Sword Art Online 001: Aincrad I
Bagian 2
Estimasi waktu baca: 23 menitHuwoo… Hiyah… Huwaaa!"Bersamaan dengan suara teriakan yang tidak jelas itu, sebuah pedang diayunkan dengan asal-asalan sehingga tidak mengenai apa pun selain udara.Setelahnya, babi hutan biru yang meskipun berbadan besar tetapi dapat bergerak dengan lincah itu menghindari ayunan pedang, dan langsung menyerang orang yang mencoba menebasnya. Tanpa sadar aku tertawa, saat melihat orang tersebut ditabrak oleh hidung pesek si babi hutan sampai terlempar dan jatuh terguling-guling di padang rumput."Hahaha, bukan begitu. Motion yang kau buat di awal itu haruslah benar, Klein.""Aduduh … Sialan."Si penyerang babi hutan itu berdiri sambil mengumpat. Dia adalah Klein, anggota party-ku. Klein melirik ke arahku dan menjawab dengan suara yang menyedihkan."Yah, kedengarannya sih mudah … tapi bagaimana aku bisa menyerangnya kalau mereka selalu bergerak, Kirito?"Baru beberapa jam yang lalu, aku berkenalan dengan pria berambut merah ini—pria yang mengenakan bandana di dahinya dan sebuah pelindung berbahan kulit sederhana di badannya yang tinggi dan kurus. Tentu saja terdengar aneh, memanggil orang yang baru dikenal tanpa honorifik. Namun, nama Klein miliknya dan nama Kirito milikku ini adalah nama karakter yang kami buat ketika masuk ke dalam gim ini, bukan nama asli. Kalau diberi honorifik, nama kami justru akan terdengar menggelikan.Aku melihat kaki Klein gemetar. Sepertinya dia agak pusing. Aku mengambil kerikil yang ada di rerumputan di sekitar kakiku dengan tangan kiri, kemudian kuangkat sampai pas di atas bahuku. Sistem gim ini pun mendeteksi gerakanku sebagai first motion dari sebuah sword skill sehingga kerikilnya sedikit memancarkan warna hijau.Setelah itu, tangan kiriku bergerak secara otomatis melempar kerikil. Kerikil itu terbang meninggalkan jejak garis cahaya terang di udara, lalu dengan tepat mengenai bagian tengah dahi babi hutan biru yang sedang bersiap siap menyerang lagi."Ngiiik!" Babi hutan itu memekik marah dan berbalik menuju ke arahku."Tentu saja mereka selalu bergerak. Mereka bukan boneka yang kau gunakan untuk latihan. Tapi, kalau kau bisa membuat motion dengan baik dan mengaktifkan sword skill-mu, sistem akan membantu mengarahkan seranganmu dengan tepat sasaran.""Motion… Motion…"Seolah sedang membaca mantra, Klein berkomat-kamit sambil mengayunkan pedang pendek di genggaman tangan kanannya.Babi hutan biru itu bernama Frenzy Boar, babi hutan ini merupakan monster level satu yang tidak ada apa-apanya, tapi HP barKlein sudah berkurang sampai hampir separuh karena ia berkali-kali menyerang asal-asalan dan justru terkena serangan balik dari babi hutan itu. Seandainya dia mati pun, dia akan dihidupkan kembali di Kota Awal. Namun, repot juga kalau harus berjalan lagi sampai ke daerah perburuan ini. Sepertinya, Klein hanya punya satu kesempatan lagi dalam pertarungan ini.Sambil menahan serangan babi hutan itu dengan pedang yang ada di tangan kananku, aku memiringkan kepala untuk mencoba berpikir."Bagaimana menjelaskannya, ya… Caranya bukan mengayunkan pedang dan menyerang dalam hitungan 'satu, dua, tiga' begitu, sih. Tapi coba kumpulkan sedikit tenaga dulu dengan gerakan awalmu, jika motion-mu benar kau merasa skill-nya sudah aktif, duar! Tinggal serang saja seperti itu …""Hah? Duar?"Ekspresi aneh Klein membuat wajah tampan di bawah bandana bermotif jelek itu menjadi terlihat menyedihkan, semenyedihkan cara bertarungnya itu. Klein pun mengangkat pedang lengkungnya hingga setinggi perut.Setelah menarik dan menghelas napas dalam-dalam, dia menurunkan pinggang hingga sedikit membungkuk, lalu mengangkat pedangnya seolah hendak menyandangkan pedang itu di bahu kanan. Baru di saat itulah, sistem mendeteksi bahwa motion-nya sesuai, sehingga pedangnya yang perlahan membentuk lengkungan itu memancarkan cahaya jingga."Hiyah!"Bersamaan dengan teriakan itu, kaki kiri Klein menendang tanah. Dia menerjang dengan gerakan yang cepat, tidak seperti gerakan yang sebelum-sebelumnya.Wussshh!Terdengar efek suara merdu yang bergema. Pedangnya membentuk jalur berwarna merah api di udara. Inilah yang disebut Reaver, skill dasar pedang lengkung satu tangan. Serangannya mengenai leher babi hutan yang sedang menerjang itu. HP babi hutan yang sebelumnya masih tersisa setengah, sekarang habis akibat serangan Klein."Guakk" Babi hutan itu menjerit. Tubuh besarnya mulai pecah berkeping-keping seperti kaca. Angka-angka berwarna ungu yang menunjukkan seberapa banyak experience points yang diperoleh pun muncul di depan mataku, yang seharusnya juga muncul di hadapan Kelin."Hoooreee!"Klein menunjukkan pose kemenangannya yang berlebihan, kemudian berbalik ke arahku sambil tersenyum lebar. la mengangkat tinggi tangan kirinya, dan Tos! Aku menepuk telapak tangannya itu sembari tersenyum dan berkata."Selamat atas kemenangan pertamamu. Tapi… babi hutan yang tadi itu musuh yang paling lemah, setara dengan slime di gim lain.""Eh, serius? Aku kira babi hutan itu bos level menengah atau sejenisnya." Tanya Klein."Mana mungkin."Kali ini aku tersenyum pahit sambil memasukkan pedangku ke sarungnya yang berada di punggungku.Meskipun aku meledeknya, tapi aku mengerti betul betapa bahagia dan bangganya Klein saat ini. Pada pertarungan-pertarungan sebelumnya, aku yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dua bulan lebih banyak dari Klein-lah yang mengalahkan monster, hingga akhirnya baru sekarang Klein dapat merasakan kegembiraan mengalahkan musuh dengan tangannya sendiri, maksudku pedangnya.Entah sedang latihan atau apa, sambil berteriak senang, Klein terus mengulang sword skill yang sama berkali-kali. Aku membiarkannya sendiri dan melihat sekelilingku. Padang rumput yang sangat luas ini bersinar dengan indah di bawah cahaya matahari senja yang kemerahan.
Jauh di sisi utara, terlihat bayang-bayang hutan. Di sisi selatan, ada danau yang permukaannya berkilauan. Di sisi timur, ada tembok yang mengelilingi kota. Kemudian, di sisi barat, terlihat sekumpulan awan berwarna keemasan menghiasi langit yang luas.Saat ini, kami berada di padang rumput yang terbentang di sisi barat Kota Awal. Kota Awal adalah titik awal dimana kami memulai gim ini, letaknya di ujung selatan lantai pertama kastel layang raksasa, Aincrad. Seharusnya ada banyak pemain lain yang sedang bertarung melawan monster di sekitaran sini, tapi saking luasnya, tidak ada satu pemain pun yang terlihat.Klein sepertinya sudah puas berlatih dan memasukkan pedangnya ke dalam sarung pedang yang ada di pinggangnya. Ia berjalan mendekatiku sambil melihat sekeliling juga, dan berkata."Meskipun sudah berkali-kali melihat yang seperti ini … fakta kalau kita berada 'di dalam gim' adalah sesuatu yang masih tidak bisa ku percaya.""Ya walaupun kau bilang 'di dalam', tapi nyatanya jiwa kita tidak tersedot ke dalam gim ini, ya. Otak kita, sebagai pengganti mata dan telinga, hanya secara langsung melihat dan mendengar informasi yang dialirkan oleh NerveGear melalui gelombang elektromagnetik…"Aku menanggapi sambil mengangkat bahu. Klein pun mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil dan berkata."Yah, kau sepertinya sudah terbiasa, tapi bagiku ini adalah pertama kalinya aku merasakan full dive. Gila! Keren banget, ya? Serius, deh… Aku benar-benar bersyukur hidup di zaman ini!!""Kau ini terlalu berlebihan, ya."Meskipun aku membalasnya sambil tertawa, tapi sebenarnya di dalam hati, aku sependapat dengan Klein."NerveGear"Itulah nama perangkat keras yang menjalankan gim VRMMORPG Sword Art Online ini.Namun, secara mendasar strukturnya agak berbeda dengan mesin gim tipe stasioner generasi sebelumnya.Tidak seperti perangkat keras tipe lama yang membutuhkan dua man-machine interface berupa monitor dan controller yang digenggam di tangan, NerveGear hanya membutuhkan satu interface, yaitu head gear dengan bentuk seperti helm yang menutupi kepala sampai wajah penggunanya.Di dalamnya terdapat banyak pemancar sinyal. Pemancar sinyal itulah yang membuat NerveGear dapat terhubung langsung dengan otak penggunanya. NerveGear mengirimkan informasi secara langsung ke bagian auditori dan visual otak, jadi pengguna NerveGear melihat dan mendengar bukan dengan mata dan telinga, melainkan dengan otak mereka. Tidak hanya itu, NerveGear juga bisa mengakses indra peraba, perasa, dan penciuman. Dengan kata lain, kelima indra.Setelah memakai NerveGear, yang perlu dilakukan adalah mengunci tali pengikat yang ada di dagu dan mengatakan "link start", sebuah kalimat yang perlu diucapkan untuk menjalankan perangkat itu. Kemudian, semua suara perlahan akan menghilang dan segalanya menjadi gelap. Setelah melewat lingkaran pelangi yang muncul dari bagian tengah, saat itulah pengguna NerveGear sudah berada di dunia lain yang sepenuhnya terbuat dari data digital.Dengan kata lain, bisa dibilang bahwa mesin yang mulai dijual setengah tahun lalu ini, yaitu pada bulan Mei 2022, akhirnya berhasil mewujudkan virtual reality yang sempurna. Perusahaan elektronik pembuat NerveGear punya istilah untuk menyebut kondisi ketika terhubung dengan virtual reality ini, yaitu dengan istilah …"Full dive".Sesuai dengan namanya, full dive yang artinya terisolasi penuh dari dunia nyata.Sebab, NerveGear tidak hanya mengirimkan informasi virtual pada kelima indra pengguna, tetapi juga memblokir dan mengalihkan perintah yang otak pengguna kirimkan ke tubuhnya. Bisa dibilang, fungsi ini adalah syarat paling mendasar yang harus dipenuhi supaya pengguna bisa bergerak bebas di dalam virtual reality. Kalau pengguna dalam kondisi full dive sementara tubuhnya masih bisa menerima perintah dari otak, maka ketika di dunia virtual dia memutuskan untuk "lompat", maka tubuhnya di dunia nyata pun akan lompat juga, sehingga ada kemungkinan dia akan membentur sesuatu.NerveGear mengalihkan sinyal perintah yang otak kirimkan ke tubuh di bagian medulla oblongata dan mengubahnya menjadi sinyal digital untuk menggerakkan avatar. Oleh karena itulah, aku dan Klein bisa mengayunkan pedang kami ke mana saja dan bergerak ke sana kemari dengan bebas di medan tempur virtual ini.Kami sepenuhnya masuk ke dalam gim ini.Efek dari pengalaman ini berhasil menarik perhatianku dan pemain-pemain gim lain sepertiku, sampai kami yakin bahwa kami tidak akan bisa lagi merasa puas memainkan gim lama yang menggunakan interface layar sentuh atau sensor gerakan."Berarti 'SAO' ini juga adalah gim NerveGear pertama yang kau mainkan?". Tanyaku pada Klein yang terlihat berkaca-kaca menatap padang rumput yang bergoyang ditiup angin dan tembok kastel yang jauh di sana.Klein yang wajahnya terlihat seperti prajurit di Zaman Sengoku yang muda dan gagah itu menengok ke arahku dan mengangguk. "Ya."Kalau ekspresi wajahnya serius, dia terlihat cocok menjadi pemeran utama drama zaman dulu. Namun, tentu saja sosoknya yang menawan ini bukan wujud asli Klein di dunia nyata, melainkan sebuah avatar. Avatar adalah wujud virtual yang kami buat dari nol dengan memanfaatkan berbagai macam pengaturan yang ada.Tentu saja, aku juga mengatur avatarku agar terlihat seperti seorang tokoh utama anime fantasi yang sangat keren sampai membuatku malu sendiri.Kemudian, dengan suaranya yang indah dan penuh semangat, yang mungkin juga berbeda dengan suaranya di dunia nyata, Klein melanjutkan, "Yah, lebih tepatnya, aku buru-buru membeli perangkat kerasnya karena berhasil membeli SAO, sih. Soalnya penjualan SAO lot pertama hanya ada sepuluh ribu, 'kan? Aku beruntung juga bisa mendapatkannya, tapi kalau bicara soal untung, kau yang menang undian untuk ikut beta test SAO ini sepuluh kali lebih beruntung daripada aku, ya. Hanya seribu pemenang terpilih yang bisa ikut dan kau salah satunya, hebat!"."Ya-yah, bisa dibilang begitu."Tanpa sadar aku menggaruk kepalaku karena Klein tidak berhenti menatapku.Aku masih ingat betul betapa senang dan antuasiasnya aku ketika gim berjudul Sword Art Online diberitakan besar-besaran di berbagai media. Rasanya seperti baru kemarin itu terjadi.NerveGear telah menciptakan gaya baru bermain gim yang disebut full dive. Namun, mekanisme mesin yang seperti NerveGear tidak pernah ada sebelumnya. Akibatnya, gim-gim yang dirilis selama ini kurang memuaskan. Semuanya adalah gim-gim receh seperti puzzle dan gim yang berhubungan dengan edukasi atau lingkungan. Tentu saja maniak gim sepertiku sangat tidak puas dengan gim-gim seperti itu.NerveGear menciptakan dunia virtual yang sesungguhnya.Namun, kalau dunia virtualnya adalah dunia sempit di mana kami hanya bisa berjalan sejauh seratus meter di dalamnya, tentu saja kami akan sangat kecewa. Padahal di hari pertama penjualan perangkatnya, aku dan pecinta pecinta gim lainnya yang tidak sabar untuk merasakan pengalaman masuk ke dalam gim sudah mengharapkan ada judul dengan genre tertentu yang dirilis.Dengan kata lain, yang kami tunggu adalah sebuah gim MMORPG, yaitu gim dalam jaringan yang dapat diakses oleh ribuan, bahkan puluhan ribu pemain di waktu yang sama dan berlatarkan dunia yang berbeda-gim di mana kami bisa melatih diri kami, bertarung, dan hidup di dalamnya.Ketika kami sudah hampir kehilangan harapan dan kesabaran, tepat di saat itulah Sword Art Online, gim bergenre VRMMO yang merupakan genre terbaru dan pertama di dunia, diumumkan.Latar gim ini adalah sebuah kastel layang raksasa terdiri dari seratus lantai.Di kastel yang berisi padang rumput, hutan, kota, dan pedesaan itu, para pemain harus menemukan rute menuju ke lantai-lantai berikutnya, juga mengalahkan monster penjaga yang kuat untuk menuju ke lantai teratas dengan mengandalkan sebuah senjata.Orang-orang menganggap bahwa "sihir" adalah unsur yang harus ada di dalam gim MMO fantasi. Namun, SAO berani untuk menghilangkannya. Sebagai gantinya, di dalam SAO terdapat banyak sekali jurus maut, atau "sword skill", yang bisa pemain kuasai. Alasannya adalah supaya pemain bisa bertarung dengan menggerakkan tubuh dan pedang mereka sendiri, sehingga bisa merasakan pengalaman full dive dengan maksimal.Selain skill untuk bertarung, ada juga berbaga macam skill lainnya, misalnya skill manufaktur seperti menempa, membuat kerajinan kulit dan menjahit, sampai memancing, memasak, dan bermain musik yang berguna untuk kehidupan sehari-hari, sehingga di sini pemain tidak hanya berpetualang menjelajahi medan yang luas, tapi juga bisa 'hidup' di dalamnya. Kalau mau dan berusaha, maka membeli rumah pribadi, membajak ladang, lalu hidup sebagai peternak domba juga bisa dilakukan di sini.Seiring dengan diumumkannya informasi-informasi tersebut, tidak dapat disangkal lagi bahwa rasa antusias para pecinta gim pun semakin meningkat.Kesempatan menjadi peserta beta test SAO-dengan kata lain, orang yang dapat memainkan SAO sebagai percobaan sebelum gimnya resmi dirilis-hanya terbuka untuk seribu orang yang beruntung. Kabarnya, pendaftar beta test ada seratus ribu orang, setara dengan setengah dari total jumlah NerveGear yang terjual saat itu. Satu-satunya alasan aku bisa terpilih dari persaingan yang ketat itu adalah keberuntungan. Selain itu, peserta beta test juga mendapat bonus tambahan berupa kesempatan untuk memesan gim-nya terlebih dahulu sebelum resmi dijual, sehingga tidak akan kehabisan.Beta test yang berlangsung selama dua bulan itu benar-benar seperti mimpi. Di sekolah, aku tidak bisa berhenti memikirkan susunan skill dan item perlengkapanku. Setelah sekolah selesai, aku segera lari pulang ke rumah dan masuk ke dalam gim sampai subuh. Beta test pun berakhir dalam sekejap. Di hari ketika karakter yang sudah kulatih di-set ulang, aku merasa setengah dari jiwaku telah menghilang.Kemudian, hari ini … Hari Minggu, 6 November 2022.Setelah segala persiapannya selesai, layanan Sword Art Online pun secara resmi dimulai pada jam satu siang.Tentu saja aku yang telah menunggu dan bersiap-siap sejak tiga puluh menit sebelumnya langsung masuk dan tidak terlambat sedetik pun. Ketika aku memeriksa status server, lebih dari 9.500 orang telah masuk. Ini berarti orang-orang beruntung lainnya yang berhasil membeli gim ini pun juga sama sepertiku. Dengar-dengar, lot penjualan pertama gim ini-yang dijual di seluruh situs belanja online terkemuka-telah habis terjual dalam beberapa detik. Penjualan di toko fisik yang dimulai sejak kemarin pun sampai masuk berita karena banyak orang yang mengantre sejak tiga hari sebelumnya sampai menginap. Dengan kata lain, orang-orang yang berhasil membeli gim ini hampir 100% adalah pecandu gim online garis keras.Hal itu pun terlihat jelas pada laki-laki bernama Klein ini, yang kelakuannya khas seorang pemain gim online.Setelah masuk ke dalam SAO, aku-yang akhirnya kembali melangkahkan kaki di jalan batu Kota Awal yang sudah tidak asing bagiku-hendak berlari melewati jalan rahasia yang rumit menuju ke toko senjata yang murah. Sepertinya Klein menduga kalau aku pernah ka beta test ketika melihatku berlari tanpa rasa ragu saat itu. Klein pun memanggilku dan memohon, "Tolong ajari aku!"Bisa-bisanya dia tidak malu memohon ke orang yang baru dia temui. Aku sampai takjub melihatnya."Ba-baiklah. Kalau begitu … ayo kita ke toko senjata dulu," aku pun menjawab seperti seorang NPC yang bertugas memandu pemain. Akhirnya kami membentuk dan aku mulai mengajarinya dasar-dasar bertarung di lapangan. Begitulah ceritanya hingga kami bisa jadi seperti saat ini.Sebenarnya, baik di dunia nyata maupun di dalam gim, aku tidak pandai bersosialisasi dengan orang lain bahkan mungkin kemampuan bersosialisasiku di dalam gim lebih parah daripada di dunia nyata. Selama beta test, aku mengenal banyak orang, tapi tidak ada seorang pun yang cukup dekat denganku hingga bisa dianggap teman.Namun, laki-laki bernama Klein ini anehnya bisa klop denganku. Aku pun merasa nyaman dengannya. "Sepertinya aku bisa berteman dengan dia untuk waktu lama", pikirku.
Kemudian sekali lagi aku membuka mulutku,"Jadi .. setelah ini mau apa? Mau lanjut berburu sampai kau terbiasa?""Tentu saja! Maunya, sih, begitu… tapi…"Mata Klein yang indah itu melirik ke arah kanan, memastikan waktu saat ini yang ditampilkan di ujung pandangannya."Sudah saatnya aku harus keluar sebentar dari gim dan makan dulu… Soalnya aku sudah pesan piza untuk jam setengah enam.""Kau ini benar-benar menyiapkan segala sesuatunya, ya"Klein membusungkan dadanya bangga saat mendengarku takjub.Kemudian, seperti teringat sesuatu, Klein berkata, "Oh iya, setelah itu, aku sudah janji untuk bertemu dengan beberapa orang yang kukenal dari gim lain di 'Kota Awal'. Aku bisa memperkenalkan mereka padamu. Bagaimana kalau kau menambahkan mereka sebagai teman supaya bisa saling kirim pesan setiap saat?""Eh? Hmm …." tanpa sadar aku bergumam.Aku memang bisa akrab dengan pria bernama Klein ini secara alami, tapi tidak ada jaminan bahwa aku bisa akrab seperti ini juga dengan teman-temannya. Aku justru merasa kemungkinan besar aku tidak bisa menjalin hubungan yang baik dengan teman-temannya itu, sehingga nantinya aku dan Klein tidak bisa seakrab ini lagi."Bagaimana, ya…"Responsku yang terdengar enggan itu sepertinya cukup membuat Klein mengerti. Dia pun langsung menggelengkan kepalanya."Ah, tentu saja aku tidak bermaksud memaksamu. Toh, masih ada kesempatan lain untuk memperkenalkan mereka suatu hari nanti.""Iya… Maaf, ya. Terima kasih."Saat mendengarku berkata demikian, Klein sekali lagi menggelengkan kepalanya dengan heboh."Hei, hei, harusnya aku yang berterima kasih. Aku benar-benar tertolong olehmu. Suatu saat, aku pasti akan membalas jasamu, secara batin."Klein tersenyum, kemudian melihat jam sekali lagi. "Baiklah kalau begitu … aku sampai di sini dulu. Terima kasih banyak, lho, Kirito. Ke depannya pun mohon bantuannya, ya."Klein mengulurkan tangan kanannya ke arahku. Aku pun menjabat tangan itu sambil berpikir kalau laki-laki ini pasti adalah seorang pemimpin yang hebat di gim lain."Mohon bantuannya juga, ya. Kalau ada yang mau kau tanyakan, kau bisa memanggilku kapan saja.""Ya, aku mengandalkanmu, lho!"Kemudian, kami melepaskan jabatan tangan tersebut.Bagiku, momen itu adalah saat terakhir aku merasakan bahwa dunia bernama Aincrad, atau Sword Art Online, adalah "gim" yang menyenangkan.Klein mundur selangkah. Kemudian, dia mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya dengan lurus, lalu mengayunkannya ke bawah. Ini adalah gerakan untuk membuka "jendela menu utama". Segera setelah itu, muncullah layar berbentuk persegi panjang setengah transparan yang mengeluarkan sinar berwarna ungu, bersamaan dengan terdengarnya efek suara gemerincing bel.Aku pun mundur beberapa langkah dan duduk di sebuah batu yang ada di sekitarku, lalu ikut membuka jendela menu. Aku menggerakkan jari untuk menyusun item yang kudapat dari pertarungan-pertarungan melawan babi hutan selama ini.Tiba-tiba…"Lho?" Suara Klein bergema dengan nada yang aneh."Kenapa, nih? Kok, tombol log out-nya tidak ada …?"Saat mendengar perkataannya itu, aku menghentikan gerak tanganku dan mendongakkan kepala."Tombolnya tidak ada …? Mana mungkin. Coba lihat baik-baik," kataku.Si jangkung pengguna pedang lengkung itu pun mendekatkan wajah ke arah jendela menu di tangannya dan membuka matanya yang ada di bawah bandana jelek itu lebar-lebar.Pada tampilan awal jendela menu, di sisi kiri terdapat beberapa pilihan menu dan di sisi kanan terdapat siluet figur tubuh manusia yang menunjukkan item perlengkapan yang pemain gunakan. Di bagian paling bawah menu tersebut, seharusnya ada tombol "LOG OUT", yaitu tombol untuk keluar dari dunia ini.Ketika aku hendak kembali mengarahkan pandanganku ke daftar item yang kudapat setelah melalui pertarungan selama beberapa jam lalu, Klein menghujaniku dengan omelannya yang agak lantang."Benar tidak ada, kok. Coba kau juga cek sana, Kirito.""Sudah kubilang, tidak mungkin tombolnya tidak ada …,"gumamku sambil menghela napas. Aku pun mengetuk tombol di kiri atas jendela menuku untuk kembali ke menu utama.Jendela inventori yang telah terbuka di bagian kanan pun tertutup dan jendelaku kembali ke tampilan awal. Kemudian muncul lah siluet figur manusia yang item perlengkapannya sebagian besar masih kosong. Di yang sebelah kirinya, berjejer pilihan menu.Dengan luwes aku menggerakkan tanganku, mengarahkan jariku ke bagian paling bawah, lalu …Seluruh tubuhku membatu.Tidak ada.Waktu beta test … tidak, bahkan tadi saat aku masuk jam satu siang pun tombol log out itu ada. Namun, seperti yang Klein bilang, tombol itu telah lenyap tanpa jejak.Aku menatap bagian yang kosong itu selama beberapa detik, lalu sekali lagi melihat baris pilihan menu dari atas ke bawah pelan-pelan, mencoba memastikan apakah lokasi tombolnya mungkin telah dipindahkan. Setelah itu, aku mengangkat wajahku. Klein memiringkan kepala dan wajahnya seolah berkata, "Ya, kan?""Tidak ada, 'kan…?""Iya, tidak ada,"Rasanya agak kesal harus mengakui dia benar, tapi aku mengangguk jujur.Si pengguna pedang lengkung itu tersenyum mengusap dagunya. "Yah, hari ini 'kan hari pertama gim dimulai secara resmi, jadi bug seperti ini juga mungkin terjadi. Pasti sekarang operator gim sedang menangis melihat banyaknya pesan yang dikirimkan para pemain melalui GM call."Saat mendengar Klein bicara dengan nada santai begitu, aku menanggapinya dengan nada sedikit meledek."Kau sendiri tidak apa-apa? Barusan kau bilang kalau kau sudah pesan piza untuk jam setengah enam, 'kan?""Oh iya!!"Tanpa sadar aku tersenyum melihatnya membelalakkan mata dan melompat kepanikan.Aku menghapus beberapa item yang tidak kuperlukan dari daftar item-ku yang sudah berwarna merah karena beratnya melebihi batas. Setelah selesai menata inventori, aku berdiri dan berjalan ke arah Klein yang berteriak, "Tidaaak! Piza ikan dan ale jahe-kuuu!""Coba kau juga hubungi GM. Mungkin mereka bisa mengeluarkanmu melalui sistem.""Aku sudah mencobanya, tapi tidak ada respons. Argh, sekarang sudah jam 5:25! Hei, Kirito, ada cara lain untuk log out, tidak?"Saat mendengar perkataan Klein yang dia lontarkan dengan wajah menyedihkan sambil merentangkan kedua tangannya itu, senyum di wajahku hilang.Rasa takut yang entah dari mana datangnya tiba-tiba menghampiriku, membuat punggungku bergidik."Hmm … Untuk log out…," aku berpikir sambil bergumam.Untuk keluar dari dunia virtual ini dan kembali ke kamarku di dunia nyata, aku harus membuka jendela menu utama, menyentuh tombol log out, dan memilih tombol "Ya" yang ada di bagian kanan ketika pertanyaan konfirmasi muncul. Itu saja. Benar-benar hal yang mudah.Namun, aku tidak tahu cara untuk keluar selain dengan cara itu.Aku mendongak, melihat wajah Klein yang posisinya sedikit lebih tinggi dari wajahku, kemudian menggelengkan kepalaku pelan."Tidak … Tidak ada. Kalau kau mau keluar kemauanmu sendiri, tidak ada cara selain tombol yang ada pada jendela menu.""Tidak mungkin… Pasti ada cara lain!"Klein tiba-tiba mulai berteriak seolah menyangka jawabanku."Kembali! Log out! Kabur!"Namun, tentu saja tidak terjadi apa-apa. SAO tidak mengimplementasi perintah suara seperti itu.Saat melihat Klein berteriak ini dan itu sampai melompat-lompat, aku menahan tawaku dan berkata, "Percuma, Klein. Di panduannya pun tidak tertulis ada cara seperti itu untuk memutus akses di saat darurat.""Tapi… ini bodoh sekali! Sekalipun ini adalah bug, aku tidak bisa kembali ke kamarku … dan tidak bisa kembali ke tubuh asliku dengan keinginanku sendiri, lho?!" teriak Klein yang tampak bingung. Aku sangat setuju dengannya.Ini hal yang bodoh. Tidak masuk akal. Namun, inilah faktanya."Hei, hei… Yang benar saja … Tidak bisa dipercaya. Sekarang kita tidak bisa keluar dari Tidak bisa dipercaya gim ini, lho! Wahahaha…"Klein tertawa gugup, kemudian mulai bicara lagi dengan cepat, "Oh iya, kita matikan saja mesinnya. Atau, lepas 'gear'-nya dari kepala."Klein meraba-raba jidatnya, seolah berusaha melepas sebuah topi yang tidak terlihat. Saat melihatnya seperti itu, ketakutanku tadi pun kembali."Tidak, cara yang mana pun itu, tidak akan bisa. Saat ini, kita… tidak bisa menggerakkan tubuh asli kita di dunia nyata. Semua perintah yang otak kita kirimkan yang ada ke tubuh kita, semuanya diinterupsi oleh NerveGear, di sini …," kataku lirih sambil menepuk medulla oblongata, bagian bawah belakang kepala, dengan ujung jariku."Kemudian … NerveGear mengubahnya menjadi sinyal yang menggerakkan avatar kita ini," lanjutku.Klein terdiam dan perlahan menurunkan tangannya. Selama beberapa saat, kami berdua pun terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.Untuk mewujudkan full dive, NerveGear memblokir seluruh sinyal perintah untuk menggerakkan tubuh yang dikirimkan dari otak ke tulang belakang. Sebagai gantinya, NerveGear mengubah sinyal tersebut untuk menggerakkan badan kami di dunia ini. Jadi, mau seliar apa pun aku memutar lenganku di dunia ini, lengan asliku di dunia nyata yang terbaring di kasur tidak akan bergerak sedikit pun sehingga tidak akan terluka karena terbentur sudut meja dan sebagainya.Namun, fungsi inilah yang saat ini membuat kami tidak bisa keluar dari keadaan full dive atas kemauan sendiri."Jadi … kita hanya bisa menunggu sampai bug-nya diperbaiki, atau sampai ada orang di dunia nyata yang melepaskan gear yang kita pakai?" gumam Klein dengan linglung seperti biasa.Tanpa berkata-kata, aku mengangguk setuju."Tapi, aku tinggal sendiri. Kalau kau?"Aku agak ragu-ragu, tapi akhirnya aku menjawab jujur, "Aku tinggal bertiga dengan ibu dan adik perempuanku… Kalau aku tidak muncul saat makan malam, mungkin aku akan dipaksa keluar dari kondisi dive…""Waah! A-adikmu umurnya berapa?"Klein tiba-tiba mendekat dan menatapku dengan mata berbinar-binar. Aku mendorong kepalanya agar menjauh."Kau sudah tenang sekarang, hah? Adikku itu anggota klub olahraga dan benci gim, jadi dia berbeda dengan kita. Daripada itu …," aku mencoba mengalihkan pembicaraan sambil membuka tangan kananku lebar."Kau … tidak merasa ada yang aneh?""Tentu saja aneh. Namanya juga bug.""Ya, tapi ini bukan sekadar bug. Ini bug 'tidak bisa log outem>'—masalah cukup serius yang juga bisa memengaruhi operasional gim ini nantinya. Seperti saat ini, pizza yang kaupesan setiap detiknya akan semakin dingin, berarti di dunia nyata kau jadi rugi karena bug ini, 'kan?" "Piza yang dingin itu lebih parah daripada natto yang tidak lengket …"Aku mengabaikan komentarnya yang tidak jelas itu dan melanjutkan, "Kalau sudah seperti ini, seharusnya operator segera mematikan server dan mengeluarkan semua pemain, apa pun yang terjadi. Tapi … jangankan mematikan server, sudah lima belas menit sejak kita menyadari bug ini dan sampai sekarang belum ada pengumuman apa pun dari sistem. Ini aneh sekali.""Hmm, kalau yang dipikir-pikir lagi, kau benar juga."Klein akhirnya terlihat serius itu menggaruk dagunya. Bandana yang ditopang oleh batang hidungnya yang mancung itu membuat matanya terlihat tajam dan bersinar.Rasanya agak aneh bicara mengenai kehidupan nyata dengan orang yang tidak akan pernah aku temui lagi seandainya aku menghapus akun gimku. Namun, aku mendengarkan Klein melanjutkan kata-katanya,"Perusahaan pembuat SAO yang bernama 'Argus' itu … adalah perusahaan gim yang terkenal mengutamakan penggunanya, 'kan? Orang-orang pun memercayainya sampai berebut membeli gim ini meskipun ini adalah gim online pertama yang mereka rilis. Kalau mereka melakukan kesalahan fatal seperti ini di hari pertama gimnya rilis, semua usaha mereka akan jadi sia-sia.""Setuju. Selain itu, SAO adalah gim VRMMO pertama. Kalau mereka melakukan kesalahan di tahap ini, bisa jadi genre VRMMO itu sendiri akan dilarang nantinya."Klein dan aku saling menatap wajah virtual masing-masing dan menghela napas.Musim-musim di Aincrad dibuat berdasarkan musim di dunia nyata. Jadi, saat ini di sini pun sudah memasuki awal musim dingin.Aku mengarahkan pandanganku ke atas sambil menghirup dalam-dalam udara virtual yang dingin dan kering, merasakannya masuk ke dalam paru-paruku.Jauh sekitar seratus meter di atasku, ada permukaan bawah lantai dua yang dikelilingi kabut ungu muda. Aku menyusuri permukaan yang tidak rata itu dengan mataku. Di tempat yang jauh di sana, terlihat ada menara besar atau "area labirin" yang merupakan jalan menuju ke lantai atas. Aku juga melihat bahwa menara itu terhubung dengan pintu di bagian terluar.Saat itu, waktu menunjukkan pukul 5:30 lewat. Matahari senja memerahkan langit. Meskipun sedang berada dalam situasi yang tidak wajar begini, padang rumput luas yang bermandikan cahaya keemasan dari sinar matahari terbenam ini tetap saja membuatku takjub oleh keindahan dunia virtual sampai kehabisan kata-kata.Tepat setelah itu…Keadaan dunia berubah untuk selamanya.
Jauh di sisi utara, terlihat bayang-bayang hutan. Di sisi selatan, ada danau yang permukaannya berkilauan. Di sisi timur, ada tembok yang mengelilingi kota. Kemudian, di sisi barat, terlihat sekumpulan awan berwarna keemasan menghiasi langit yang luas.Saat ini, kami berada di padang rumput yang terbentang di sisi barat Kota Awal. Kota Awal adalah titik awal dimana kami memulai gim ini, letaknya di ujung selatan lantai pertama kastel layang raksasa, Aincrad. Seharusnya ada banyak pemain lain yang sedang bertarung melawan monster di sekitaran sini, tapi saking luasnya, tidak ada satu pemain pun yang terlihat.Klein sepertinya sudah puas berlatih dan memasukkan pedangnya ke dalam sarung pedang yang ada di pinggangnya. Ia berjalan mendekatiku sambil melihat sekeliling juga, dan berkata."Meskipun sudah berkali-kali melihat yang seperti ini … fakta kalau kita berada 'di dalam gim' adalah sesuatu yang masih tidak bisa ku percaya.""Ya walaupun kau bilang 'di dalam', tapi nyatanya jiwa kita tidak tersedot ke dalam gim ini, ya. Otak kita, sebagai pengganti mata dan telinga, hanya secara langsung melihat dan mendengar informasi yang dialirkan oleh NerveGear melalui gelombang elektromagnetik…"Aku menanggapi sambil mengangkat bahu. Klein pun mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil dan berkata."Yah, kau sepertinya sudah terbiasa, tapi bagiku ini adalah pertama kalinya aku merasakan full dive. Gila! Keren banget, ya? Serius, deh… Aku benar-benar bersyukur hidup di zaman ini!!""Kau ini terlalu berlebihan, ya."Meskipun aku membalasnya sambil tertawa, tapi sebenarnya di dalam hati, aku sependapat dengan Klein."NerveGear"Itulah nama perangkat keras yang menjalankan gim VRMMORPG Sword Art Online ini.Namun, secara mendasar strukturnya agak berbeda dengan mesin gim tipe stasioner generasi sebelumnya.Tidak seperti perangkat keras tipe lama yang membutuhkan dua man-machine interface berupa monitor dan controller yang digenggam di tangan, NerveGear hanya membutuhkan satu interface, yaitu head gear dengan bentuk seperti helm yang menutupi kepala sampai wajah penggunanya.Di dalamnya terdapat banyak pemancar sinyal. Pemancar sinyal itulah yang membuat NerveGear dapat terhubung langsung dengan otak penggunanya. NerveGear mengirimkan informasi secara langsung ke bagian auditori dan visual otak, jadi pengguna NerveGear melihat dan mendengar bukan dengan mata dan telinga, melainkan dengan otak mereka. Tidak hanya itu, NerveGear juga bisa mengakses indra peraba, perasa, dan penciuman. Dengan kata lain, kelima indra.Setelah memakai NerveGear, yang perlu dilakukan adalah mengunci tali pengikat yang ada di dagu dan mengatakan "link start", sebuah kalimat yang perlu diucapkan untuk menjalankan perangkat itu. Kemudian, semua suara perlahan akan menghilang dan segalanya menjadi gelap. Setelah melewat lingkaran pelangi yang muncul dari bagian tengah, saat itulah pengguna NerveGear sudah berada di dunia lain yang sepenuhnya terbuat dari data digital.Dengan kata lain, bisa dibilang bahwa mesin yang mulai dijual setengah tahun lalu ini, yaitu pada bulan Mei 2022, akhirnya berhasil mewujudkan virtual reality yang sempurna. Perusahaan elektronik pembuat NerveGear punya istilah untuk menyebut kondisi ketika terhubung dengan virtual reality ini, yaitu dengan istilah …"Full dive".Sesuai dengan namanya, full dive yang artinya terisolasi penuh dari dunia nyata.Sebab, NerveGear tidak hanya mengirimkan informasi virtual pada kelima indra pengguna, tetapi juga memblokir dan mengalihkan perintah yang otak pengguna kirimkan ke tubuhnya. Bisa dibilang, fungsi ini adalah syarat paling mendasar yang harus dipenuhi supaya pengguna bisa bergerak bebas di dalam virtual reality. Kalau pengguna dalam kondisi full dive sementara tubuhnya masih bisa menerima perintah dari otak, maka ketika di dunia virtual dia memutuskan untuk "lompat", maka tubuhnya di dunia nyata pun akan lompat juga, sehingga ada kemungkinan dia akan membentur sesuatu.NerveGear mengalihkan sinyal perintah yang otak kirimkan ke tubuh di bagian medulla oblongata dan mengubahnya menjadi sinyal digital untuk menggerakkan avatar. Oleh karena itulah, aku dan Klein bisa mengayunkan pedang kami ke mana saja dan bergerak ke sana kemari dengan bebas di medan tempur virtual ini.Kami sepenuhnya masuk ke dalam gim ini.Efek dari pengalaman ini berhasil menarik perhatianku dan pemain-pemain gim lain sepertiku, sampai kami yakin bahwa kami tidak akan bisa lagi merasa puas memainkan gim lama yang menggunakan interface layar sentuh atau sensor gerakan."Berarti 'SAO' ini juga adalah gim NerveGear pertama yang kau mainkan?". Tanyaku pada Klein yang terlihat berkaca-kaca menatap padang rumput yang bergoyang ditiup angin dan tembok kastel yang jauh di sana.Klein yang wajahnya terlihat seperti prajurit di Zaman Sengoku yang muda dan gagah itu menengok ke arahku dan mengangguk. "Ya."Kalau ekspresi wajahnya serius, dia terlihat cocok menjadi pemeran utama drama zaman dulu. Namun, tentu saja sosoknya yang menawan ini bukan wujud asli Klein di dunia nyata, melainkan sebuah avatar. Avatar adalah wujud virtual yang kami buat dari nol dengan memanfaatkan berbagai macam pengaturan yang ada.Tentu saja, aku juga mengatur avatarku agar terlihat seperti seorang tokoh utama anime fantasi yang sangat keren sampai membuatku malu sendiri.Kemudian, dengan suaranya yang indah dan penuh semangat, yang mungkin juga berbeda dengan suaranya di dunia nyata, Klein melanjutkan, "Yah, lebih tepatnya, aku buru-buru membeli perangkat kerasnya karena berhasil membeli SAO, sih. Soalnya penjualan SAO lot pertama hanya ada sepuluh ribu, 'kan? Aku beruntung juga bisa mendapatkannya, tapi kalau bicara soal untung, kau yang menang undian untuk ikut beta test SAO ini sepuluh kali lebih beruntung daripada aku, ya. Hanya seribu pemenang terpilih yang bisa ikut dan kau salah satunya, hebat!"."Ya-yah, bisa dibilang begitu."Tanpa sadar aku menggaruk kepalaku karena Klein tidak berhenti menatapku.Aku masih ingat betul betapa senang dan antuasiasnya aku ketika gim berjudul Sword Art Online diberitakan besar-besaran di berbagai media. Rasanya seperti baru kemarin itu terjadi.NerveGear telah menciptakan gaya baru bermain gim yang disebut full dive. Namun, mekanisme mesin yang seperti NerveGear tidak pernah ada sebelumnya. Akibatnya, gim-gim yang dirilis selama ini kurang memuaskan. Semuanya adalah gim-gim receh seperti puzzle dan gim yang berhubungan dengan edukasi atau lingkungan. Tentu saja maniak gim sepertiku sangat tidak puas dengan gim-gim seperti itu.NerveGear menciptakan dunia virtual yang sesungguhnya.Namun, kalau dunia virtualnya adalah dunia sempit di mana kami hanya bisa berjalan sejauh seratus meter di dalamnya, tentu saja kami akan sangat kecewa. Padahal di hari pertama penjualan perangkatnya, aku dan pecinta pecinta gim lainnya yang tidak sabar untuk merasakan pengalaman masuk ke dalam gim sudah mengharapkan ada judul dengan genre tertentu yang dirilis.Dengan kata lain, yang kami tunggu adalah sebuah gim MMORPG, yaitu gim dalam jaringan yang dapat diakses oleh ribuan, bahkan puluhan ribu pemain di waktu yang sama dan berlatarkan dunia yang berbeda-gim di mana kami bisa melatih diri kami, bertarung, dan hidup di dalamnya.Ketika kami sudah hampir kehilangan harapan dan kesabaran, tepat di saat itulah Sword Art Online, gim bergenre VRMMO yang merupakan genre terbaru dan pertama di dunia, diumumkan.Latar gim ini adalah sebuah kastel layang raksasa terdiri dari seratus lantai.Di kastel yang berisi padang rumput, hutan, kota, dan pedesaan itu, para pemain harus menemukan rute menuju ke lantai-lantai berikutnya, juga mengalahkan monster penjaga yang kuat untuk menuju ke lantai teratas dengan mengandalkan sebuah senjata.Orang-orang menganggap bahwa "sihir" adalah unsur yang harus ada di dalam gim MMO fantasi. Namun, SAO berani untuk menghilangkannya. Sebagai gantinya, di dalam SAO terdapat banyak sekali jurus maut, atau "sword skill", yang bisa pemain kuasai. Alasannya adalah supaya pemain bisa bertarung dengan menggerakkan tubuh dan pedang mereka sendiri, sehingga bisa merasakan pengalaman full dive dengan maksimal.Selain skill untuk bertarung, ada juga berbaga macam skill lainnya, misalnya skill manufaktur seperti menempa, membuat kerajinan kulit dan menjahit, sampai memancing, memasak, dan bermain musik yang berguna untuk kehidupan sehari-hari, sehingga di sini pemain tidak hanya berpetualang menjelajahi medan yang luas, tapi juga bisa 'hidup' di dalamnya. Kalau mau dan berusaha, maka membeli rumah pribadi, membajak ladang, lalu hidup sebagai peternak domba juga bisa dilakukan di sini.Seiring dengan diumumkannya informasi-informasi tersebut, tidak dapat disangkal lagi bahwa rasa antusias para pecinta gim pun semakin meningkat.Kesempatan menjadi peserta beta test SAO-dengan kata lain, orang yang dapat memainkan SAO sebagai percobaan sebelum gimnya resmi dirilis-hanya terbuka untuk seribu orang yang beruntung. Kabarnya, pendaftar beta test ada seratus ribu orang, setara dengan setengah dari total jumlah NerveGear yang terjual saat itu. Satu-satunya alasan aku bisa terpilih dari persaingan yang ketat itu adalah keberuntungan. Selain itu, peserta beta test juga mendapat bonus tambahan berupa kesempatan untuk memesan gim-nya terlebih dahulu sebelum resmi dijual, sehingga tidak akan kehabisan.Beta test yang berlangsung selama dua bulan itu benar-benar seperti mimpi. Di sekolah, aku tidak bisa berhenti memikirkan susunan skill dan item perlengkapanku. Setelah sekolah selesai, aku segera lari pulang ke rumah dan masuk ke dalam gim sampai subuh. Beta test pun berakhir dalam sekejap. Di hari ketika karakter yang sudah kulatih di-set ulang, aku merasa setengah dari jiwaku telah menghilang.Kemudian, hari ini … Hari Minggu, 6 November 2022.Setelah segala persiapannya selesai, layanan Sword Art Online pun secara resmi dimulai pada jam satu siang.Tentu saja aku yang telah menunggu dan bersiap-siap sejak tiga puluh menit sebelumnya langsung masuk dan tidak terlambat sedetik pun. Ketika aku memeriksa status server, lebih dari 9.500 orang telah masuk. Ini berarti orang-orang beruntung lainnya yang berhasil membeli gim ini pun juga sama sepertiku. Dengar-dengar, lot penjualan pertama gim ini-yang dijual di seluruh situs belanja online terkemuka-telah habis terjual dalam beberapa detik. Penjualan di toko fisik yang dimulai sejak kemarin pun sampai masuk berita karena banyak orang yang mengantre sejak tiga hari sebelumnya sampai menginap. Dengan kata lain, orang-orang yang berhasil membeli gim ini hampir 100% adalah pecandu gim online garis keras.Hal itu pun terlihat jelas pada laki-laki bernama Klein ini, yang kelakuannya khas seorang pemain gim online.Setelah masuk ke dalam SAO, aku-yang akhirnya kembali melangkahkan kaki di jalan batu Kota Awal yang sudah tidak asing bagiku-hendak berlari melewati jalan rahasia yang rumit menuju ke toko senjata yang murah. Sepertinya Klein menduga kalau aku pernah ka beta test ketika melihatku berlari tanpa rasa ragu saat itu. Klein pun memanggilku dan memohon, "Tolong ajari aku!"Bisa-bisanya dia tidak malu memohon ke orang yang baru dia temui. Aku sampai takjub melihatnya."Ba-baiklah. Kalau begitu … ayo kita ke toko senjata dulu," aku pun menjawab seperti seorang NPC yang bertugas memandu pemain. Akhirnya kami membentuk dan aku mulai mengajarinya dasar-dasar bertarung di lapangan. Begitulah ceritanya hingga kami bisa jadi seperti saat ini.Sebenarnya, baik di dunia nyata maupun di dalam gim, aku tidak pandai bersosialisasi dengan orang lain bahkan mungkin kemampuan bersosialisasiku di dalam gim lebih parah daripada di dunia nyata. Selama beta test, aku mengenal banyak orang, tapi tidak ada seorang pun yang cukup dekat denganku hingga bisa dianggap teman.Namun, laki-laki bernama Klein ini anehnya bisa klop denganku. Aku pun merasa nyaman dengannya. "Sepertinya aku bisa berteman dengan dia untuk waktu lama", pikirku.
Kemudian sekali lagi aku membuka mulutku,"Jadi .. setelah ini mau apa? Mau lanjut berburu sampai kau terbiasa?""Tentu saja! Maunya, sih, begitu… tapi…"Mata Klein yang indah itu melirik ke arah kanan, memastikan waktu saat ini yang ditampilkan di ujung pandangannya."Sudah saatnya aku harus keluar sebentar dari gim dan makan dulu… Soalnya aku sudah pesan piza untuk jam setengah enam.""Kau ini benar-benar menyiapkan segala sesuatunya, ya"Klein membusungkan dadanya bangga saat mendengarku takjub.Kemudian, seperti teringat sesuatu, Klein berkata, "Oh iya, setelah itu, aku sudah janji untuk bertemu dengan beberapa orang yang kukenal dari gim lain di 'Kota Awal'. Aku bisa memperkenalkan mereka padamu. Bagaimana kalau kau menambahkan mereka sebagai teman supaya bisa saling kirim pesan setiap saat?""Eh? Hmm …." tanpa sadar aku bergumam.Aku memang bisa akrab dengan pria bernama Klein ini secara alami, tapi tidak ada jaminan bahwa aku bisa akrab seperti ini juga dengan teman-temannya. Aku justru merasa kemungkinan besar aku tidak bisa menjalin hubungan yang baik dengan teman-temannya itu, sehingga nantinya aku dan Klein tidak bisa seakrab ini lagi."Bagaimana, ya…"Responsku yang terdengar enggan itu sepertinya cukup membuat Klein mengerti. Dia pun langsung menggelengkan kepalanya."Ah, tentu saja aku tidak bermaksud memaksamu. Toh, masih ada kesempatan lain untuk memperkenalkan mereka suatu hari nanti.""Iya… Maaf, ya. Terima kasih."Saat mendengarku berkata demikian, Klein sekali lagi menggelengkan kepalanya dengan heboh."Hei, hei, harusnya aku yang berterima kasih. Aku benar-benar tertolong olehmu. Suatu saat, aku pasti akan membalas jasamu, secara batin."Klein tersenyum, kemudian melihat jam sekali lagi. "Baiklah kalau begitu … aku sampai di sini dulu. Terima kasih banyak, lho, Kirito. Ke depannya pun mohon bantuannya, ya."Klein mengulurkan tangan kanannya ke arahku. Aku pun menjabat tangan itu sambil berpikir kalau laki-laki ini pasti adalah seorang pemimpin yang hebat di gim lain."Mohon bantuannya juga, ya. Kalau ada yang mau kau tanyakan, kau bisa memanggilku kapan saja.""Ya, aku mengandalkanmu, lho!"Kemudian, kami melepaskan jabatan tangan tersebut.Bagiku, momen itu adalah saat terakhir aku merasakan bahwa dunia bernama Aincrad, atau Sword Art Online, adalah "gim" yang menyenangkan.Klein mundur selangkah. Kemudian, dia mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya dengan lurus, lalu mengayunkannya ke bawah. Ini adalah gerakan untuk membuka "jendela menu utama". Segera setelah itu, muncullah layar berbentuk persegi panjang setengah transparan yang mengeluarkan sinar berwarna ungu, bersamaan dengan terdengarnya efek suara gemerincing bel.Aku pun mundur beberapa langkah dan duduk di sebuah batu yang ada di sekitarku, lalu ikut membuka jendela menu. Aku menggerakkan jari untuk menyusun item yang kudapat dari pertarungan-pertarungan melawan babi hutan selama ini.Tiba-tiba…"Lho?" Suara Klein bergema dengan nada yang aneh."Kenapa, nih? Kok, tombol log out-nya tidak ada …?"Saat mendengar perkataannya itu, aku menghentikan gerak tanganku dan mendongakkan kepala."Tombolnya tidak ada …? Mana mungkin. Coba lihat baik-baik," kataku.Si jangkung pengguna pedang lengkung itu pun mendekatkan wajah ke arah jendela menu di tangannya dan membuka matanya yang ada di bawah bandana jelek itu lebar-lebar.Pada tampilan awal jendela menu, di sisi kiri terdapat beberapa pilihan menu dan di sisi kanan terdapat siluet figur tubuh manusia yang menunjukkan item perlengkapan yang pemain gunakan. Di bagian paling bawah menu tersebut, seharusnya ada tombol "LOG OUT", yaitu tombol untuk keluar dari dunia ini.Ketika aku hendak kembali mengarahkan pandanganku ke daftar item yang kudapat setelah melalui pertarungan selama beberapa jam lalu, Klein menghujaniku dengan omelannya yang agak lantang."Benar tidak ada, kok. Coba kau juga cek sana, Kirito.""Sudah kubilang, tidak mungkin tombolnya tidak ada …,"gumamku sambil menghela napas. Aku pun mengetuk tombol di kiri atas jendela menuku untuk kembali ke menu utama.Jendela inventori yang telah terbuka di bagian kanan pun tertutup dan jendelaku kembali ke tampilan awal. Kemudian muncul lah siluet figur manusia yang item perlengkapannya sebagian besar masih kosong. Di yang sebelah kirinya, berjejer pilihan menu.Dengan luwes aku menggerakkan tanganku, mengarahkan jariku ke bagian paling bawah, lalu …Seluruh tubuhku membatu.Tidak ada.Waktu beta test … tidak, bahkan tadi saat aku masuk jam satu siang pun tombol log out itu ada. Namun, seperti yang Klein bilang, tombol itu telah lenyap tanpa jejak.Aku menatap bagian yang kosong itu selama beberapa detik, lalu sekali lagi melihat baris pilihan menu dari atas ke bawah pelan-pelan, mencoba memastikan apakah lokasi tombolnya mungkin telah dipindahkan. Setelah itu, aku mengangkat wajahku. Klein memiringkan kepala dan wajahnya seolah berkata, "Ya, kan?""Tidak ada, 'kan…?""Iya, tidak ada,"Rasanya agak kesal harus mengakui dia benar, tapi aku mengangguk jujur.Si pengguna pedang lengkung itu tersenyum mengusap dagunya. "Yah, hari ini 'kan hari pertama gim dimulai secara resmi, jadi bug seperti ini juga mungkin terjadi. Pasti sekarang operator gim sedang menangis melihat banyaknya pesan yang dikirimkan para pemain melalui GM call."Saat mendengar Klein bicara dengan nada santai begitu, aku menanggapinya dengan nada sedikit meledek."Kau sendiri tidak apa-apa? Barusan kau bilang kalau kau sudah pesan piza untuk jam setengah enam, 'kan?""Oh iya!!"Tanpa sadar aku tersenyum melihatnya membelalakkan mata dan melompat kepanikan.Aku menghapus beberapa item yang tidak kuperlukan dari daftar item-ku yang sudah berwarna merah karena beratnya melebihi batas. Setelah selesai menata inventori, aku berdiri dan berjalan ke arah Klein yang berteriak, "Tidaaak! Piza ikan dan ale jahe-kuuu!""Coba kau juga hubungi GM. Mungkin mereka bisa mengeluarkanmu melalui sistem.""Aku sudah mencobanya, tapi tidak ada respons. Argh, sekarang sudah jam 5:25! Hei, Kirito, ada cara lain untuk log out, tidak?"Saat mendengar perkataan Klein yang dia lontarkan dengan wajah menyedihkan sambil merentangkan kedua tangannya itu, senyum di wajahku hilang.Rasa takut yang entah dari mana datangnya tiba-tiba menghampiriku, membuat punggungku bergidik."Hmm … Untuk log out…," aku berpikir sambil bergumam.Untuk keluar dari dunia virtual ini dan kembali ke kamarku di dunia nyata, aku harus membuka jendela menu utama, menyentuh tombol log out, dan memilih tombol "Ya" yang ada di bagian kanan ketika pertanyaan konfirmasi muncul. Itu saja. Benar-benar hal yang mudah.Namun, aku tidak tahu cara untuk keluar selain dengan cara itu.Aku mendongak, melihat wajah Klein yang posisinya sedikit lebih tinggi dari wajahku, kemudian menggelengkan kepalaku pelan."Tidak … Tidak ada. Kalau kau mau keluar kemauanmu sendiri, tidak ada cara selain tombol yang ada pada jendela menu.""Tidak mungkin… Pasti ada cara lain!"Klein tiba-tiba mulai berteriak seolah menyangka jawabanku."Kembali! Log out! Kabur!"Namun, tentu saja tidak terjadi apa-apa. SAO tidak mengimplementasi perintah suara seperti itu.Saat melihat Klein berteriak ini dan itu sampai melompat-lompat, aku menahan tawaku dan berkata, "Percuma, Klein. Di panduannya pun tidak tertulis ada cara seperti itu untuk memutus akses di saat darurat.""Tapi… ini bodoh sekali! Sekalipun ini adalah bug, aku tidak bisa kembali ke kamarku … dan tidak bisa kembali ke tubuh asliku dengan keinginanku sendiri, lho?!" teriak Klein yang tampak bingung. Aku sangat setuju dengannya.Ini hal yang bodoh. Tidak masuk akal. Namun, inilah faktanya."Hei, hei… Yang benar saja … Tidak bisa dipercaya. Sekarang kita tidak bisa keluar dari Tidak bisa dipercaya gim ini, lho! Wahahaha…"Klein tertawa gugup, kemudian mulai bicara lagi dengan cepat, "Oh iya, kita matikan saja mesinnya. Atau, lepas 'gear'-nya dari kepala."Klein meraba-raba jidatnya, seolah berusaha melepas sebuah topi yang tidak terlihat. Saat melihatnya seperti itu, ketakutanku tadi pun kembali."Tidak, cara yang mana pun itu, tidak akan bisa. Saat ini, kita… tidak bisa menggerakkan tubuh asli kita di dunia nyata. Semua perintah yang otak kita kirimkan yang ada ke tubuh kita, semuanya diinterupsi oleh NerveGear, di sini …," kataku lirih sambil menepuk medulla oblongata, bagian bawah belakang kepala, dengan ujung jariku."Kemudian … NerveGear mengubahnya menjadi sinyal yang menggerakkan avatar kita ini," lanjutku.Klein terdiam dan perlahan menurunkan tangannya. Selama beberapa saat, kami berdua pun terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.Untuk mewujudkan full dive, NerveGear memblokir seluruh sinyal perintah untuk menggerakkan tubuh yang dikirimkan dari otak ke tulang belakang. Sebagai gantinya, NerveGear mengubah sinyal tersebut untuk menggerakkan badan kami di dunia ini. Jadi, mau seliar apa pun aku memutar lenganku di dunia ini, lengan asliku di dunia nyata yang terbaring di kasur tidak akan bergerak sedikit pun sehingga tidak akan terluka karena terbentur sudut meja dan sebagainya.Namun, fungsi inilah yang saat ini membuat kami tidak bisa keluar dari keadaan full dive atas kemauan sendiri."Jadi … kita hanya bisa menunggu sampai bug-nya diperbaiki, atau sampai ada orang di dunia nyata yang melepaskan gear yang kita pakai?" gumam Klein dengan linglung seperti biasa.Tanpa berkata-kata, aku mengangguk setuju."Tapi, aku tinggal sendiri. Kalau kau?"Aku agak ragu-ragu, tapi akhirnya aku menjawab jujur, "Aku tinggal bertiga dengan ibu dan adik perempuanku… Kalau aku tidak muncul saat makan malam, mungkin aku akan dipaksa keluar dari kondisi dive…""Waah! A-adikmu umurnya berapa?"Klein tiba-tiba mendekat dan menatapku dengan mata berbinar-binar. Aku mendorong kepalanya agar menjauh."Kau sudah tenang sekarang, hah? Adikku itu anggota klub olahraga dan benci gim, jadi dia berbeda dengan kita. Daripada itu …," aku mencoba mengalihkan pembicaraan sambil membuka tangan kananku lebar."Kau … tidak merasa ada yang aneh?""Tentu saja aneh. Namanya juga bug.""Ya, tapi ini bukan sekadar bug. Ini bug 'tidak bisa log outem>'—masalah cukup serius yang juga bisa memengaruhi operasional gim ini nantinya. Seperti saat ini, pizza yang kaupesan setiap detiknya akan semakin dingin, berarti di dunia nyata kau jadi rugi karena bug ini, 'kan?" "Piza yang dingin itu lebih parah daripada natto yang tidak lengket …"Aku mengabaikan komentarnya yang tidak jelas itu dan melanjutkan, "Kalau sudah seperti ini, seharusnya operator segera mematikan server dan mengeluarkan semua pemain, apa pun yang terjadi. Tapi … jangankan mematikan server, sudah lima belas menit sejak kita menyadari bug ini dan sampai sekarang belum ada pengumuman apa pun dari sistem. Ini aneh sekali.""Hmm, kalau yang dipikir-pikir lagi, kau benar juga."Klein akhirnya terlihat serius itu menggaruk dagunya. Bandana yang ditopang oleh batang hidungnya yang mancung itu membuat matanya terlihat tajam dan bersinar.Rasanya agak aneh bicara mengenai kehidupan nyata dengan orang yang tidak akan pernah aku temui lagi seandainya aku menghapus akun gimku. Namun, aku mendengarkan Klein melanjutkan kata-katanya,"Perusahaan pembuat SAO yang bernama 'Argus' itu … adalah perusahaan gim yang terkenal mengutamakan penggunanya, 'kan? Orang-orang pun memercayainya sampai berebut membeli gim ini meskipun ini adalah gim online pertama yang mereka rilis. Kalau mereka melakukan kesalahan fatal seperti ini di hari pertama gimnya rilis, semua usaha mereka akan jadi sia-sia.""Setuju. Selain itu, SAO adalah gim VRMMO pertama. Kalau mereka melakukan kesalahan di tahap ini, bisa jadi genre VRMMO itu sendiri akan dilarang nantinya."Klein dan aku saling menatap wajah virtual masing-masing dan menghela napas.Musim-musim di Aincrad dibuat berdasarkan musim di dunia nyata. Jadi, saat ini di sini pun sudah memasuki awal musim dingin.Aku mengarahkan pandanganku ke atas sambil menghirup dalam-dalam udara virtual yang dingin dan kering, merasakannya masuk ke dalam paru-paruku.Jauh sekitar seratus meter di atasku, ada permukaan bawah lantai dua yang dikelilingi kabut ungu muda. Aku menyusuri permukaan yang tidak rata itu dengan mataku. Di tempat yang jauh di sana, terlihat ada menara besar atau "area labirin" yang merupakan jalan menuju ke lantai atas. Aku juga melihat bahwa menara itu terhubung dengan pintu di bagian terluar.Saat itu, waktu menunjukkan pukul 5:30 lewat. Matahari senja memerahkan langit. Meskipun sedang berada dalam situasi yang tidak wajar begini, padang rumput luas yang bermandikan cahaya keemasan dari sinar matahari terbenam ini tetap saja membuatku takjub oleh keindahan dunia virtual sampai kehabisan kata-kata.Tepat setelah itu…Keadaan dunia berubah untuk selamanya.
Komentar (0)
Memuat komentar...