Fisika di GGO
Mungkinkah Manusia Memotong Peluru dengan Photon Sword?
19 Januari 2026 | AdminPendahuluan: Tarian Maut di Bullet of Bullets
Salah satu momen paling ikonik dalam arc Phantom Bullet adalah ketika Kirito, dengan avatar M9000-nya yang feminin, berdiri tenang di tengah hujan peluru. Menggenggam Kagemitsu G4 (pedang foton), ia melakukan hal yang dianggap gila oleh pemain GGO lainnya: ia tidak bersembunyi di balik tembok, melainkan menebas peluru senapan serbu yang mengarah padanya.Secara visual, adegan ini luar biasa. Tapi secara fisika, apakah ini masuk akal? Atau ini hanya sekadar "aturan keren" anime yang mengabaikan hukum alam? Mari kita bedah menggunakan fisika mekanika dan biologi.Kinematika: Balapan Melawan Waktu
Untuk memahami betapa mustahilnya aksi ini, kita harus menghitung kecepatan peluru. Dalam GGO, senjata yang digunakan berbasis senjata dunia nyata. Mari kita ambil contoh senapan serbu standar (seperti FN F2000 atau HK416) yang memiliki kecepatan moncong (muzzle velocity) sekitar 900 meter/detik.Asumsikan jarak antara penembak dan Kirito adalah 15 meter (jarak pertempuran jarak dekat).Menggunakan rumus kecepatan dasar:- (jarak) = 15 meter
- (kecepatan) = 900 m/s
Batas Biologis: Otak Manusia Terlalu Lambat
Masalah utama bukanlah pada kecepatan tangan Kirito, tapi pada proses saraf. Agar Kirito bisa bereaksi, impuls harus berjalan melalui rute ini:Mata (Retina) Saraf Optik Otak (Korteks Visual)Secara ilmiah, waktu reaksi visual rata-rata manusia adalah 0,25 detik. Atlet e-sports profesional atau petarung elit mungkin bisa memangkasnya hingga 0,15 detik.Mari kita bandingkan:- Waktu Peluru Sampai: 0,016 detik
- Waktu Reaksi Tercepat Manusia: 0,150 detik
Variabel Penyelamat: The Bullet Line (Prediksi Visual)
Jika hanya mengandalkan refleks murni, Kirito pasti mati. Namun, GGO memiliki fitur Augmented Reality (AR) bernama Bullet Prediction Line (Garis Merah).Inilah penyelamat fisikanya. Garis merah ini adalah proyeksi cahaya (optik).Cahaya bergerak dengan kecepatan:- Musuh membidik Garis merah muncul.
- Kirito melihat garis Menempatkan pedang di jalur garis tersebut.
- Musuh menarik pelatuk Peluru menabrak pedang yang sudah ada di sana.
Fisika Pedang: Plasma dan Momentum
Sekarang masalah kedua: Pedangnya. Nama Photon Sword sebenarnya salah kaprah secara fisika. Foton adalah partikel cahaya yang tidak memiliki massa diam dan tidak berinteraksi kuat satu sama lain (cahaya menembus cahaya).Agar bisa "memotong" benda padat, pedang itu kemungkinan besar adalah Plasma (gas terionisasi berenergi tinggi) yang ditahan oleh medan magnet, mirip prinsip Lightsaber. Suhu plasma ini bisa mencapai ribuan derajat Celcius.Saat peluru timah (Lead) menabrak plasma panas:- Sublimasi: Peluru akan meleleh atau menguap seketika.
- Hukum Kekekalan Momentum:
Kesimpulan: Fiksi yang Masuk Akal (Plausible)
Apakah manusia bisa memotong peluru di dunia nyata? Mustahil. Batas saraf kita terlalu lambat.Namun, apakah aksi Kirito di GGO masuk akal? Bisa jadi.Kombinasi dari:- Sistem bantuan Bullet Line yang mengatasi keterbatasan waktu reaksi.
- Pedang Plasma yang mampu melelehkan logam.
- Teknik Defleksi untuk membelokkan momentum.
Komentar (0)
Memuat komentar...