Sword Art Online 019: Moon Cradle I
Bagian 2
Estimasi waktu baca: 28 menitDi Central Cathedral tepatnya lantai lima puluh, ada sebuah aula konferensi besar untuk The Human Unification Council saat ini, yang disebut dengan Great Corridor of the Spiritual Light.Di tengah ruang yang ditutupi oleh marmer polesan itu, terdapat sebuah meja bulat besar yang terbuat dari kayu ek platinum kuno dan dikelilingi oleh dua puluh kursi.Kirito duduk di salah satu kursi-kursi itu sambil menundukkan wajahnya. Sementara, seorang pria besar berdiri di hadapannya meraung seperti suara petir."Sekarang kau harus benar-benar mendengarku, Prime Swordsman-dono! Mungkin sekarang kau tidak menghancurkan apapun! Tetapi aku bersumpah atas nama pedangku ini, lain kali kau mungkin tidak akan seberuntung ini!!"."… Iya, pak", jawab Kirito dengan suara bergetar.Ksatria dengan armor merah besar yang sedang menegur Kirito—laykanya seorang guru—adalah swordsman terkuat di Human World ini. Wajahnya menggambarkan arti dari kata kesabaran, rambutnya dipotong pendek dan matanya sangat tajam. Dia adalah Dusolbert Synthesis Seven, salah satu Integrity Knight tertua."Mungkin jika Asuna-sama tidak menggunakan kekuatan dewa-nya, lantai 95 Central Cathedral mungkin sudah hancur sekarang! Meskipun lantai tersebut saat ini tidak digunakan, coba bayangkan perasaan orang banyak apabila 'Menara Putih' ini berubah menjadi 'Menara Merah'. Kau ini Prime Swordsman, seharusnya kau sadar bahwa kau ini memiliki tanggung jawab yang besar. Jika kau butuh sesuatu yang berkaitan dengan seni suci ataupun alat-alat canggih, kau bisa menyerahkannya kepada yang profesional, para clerics dan juga pandai besi!".Seorang Ksatria langsing duduk dekat dengan mereka berdua, tampak berdiri yang mencoba untuk menghentikan Dusolbert berbicara yang mungkin tidak akan ada habisnya."Cukup Dusolbert. Sang Prime Swordsman sudah paham dengan kata-katamu".Pemilik dari suara lembut itu adalah seorang ksatria wanita yang memakai armor mengilap seperti kaca dengan rambut hitam keunguan panjang terurai di belakangnya. Di pinggang sebelah kirinya terdapat sebuah padang panjang dengan ukiran berwarna putih-perak, dan pada tangan kanannya terdapat seorang anak kecil dengan rambut berwarna nila yang sangat langka di Human World."Tapi, komandan…", ucap Dusolbert ragu."Rasanya aneh mengulang terus-menerus kata-katamu, tapi aku lebih khawatir jika Sang Prime Swordsman pergi, bisa-bisa kita tidak punya seseorang yang bisa berkonsultasi dengan Dark Territory bulan depan".Perempuan cantik yang dipanggil komandan itu bernama Fanatio Synthesis Two. Dia adalah seseorang yang mempunyai kekuatan berpedang terkuat di dunia, dan memegang posisi sebagai pemimpin Integrity Knight generasi kedua, meskipun sulit untuk menyadari itu dari penampilannya, apalagi ketika dia sedang menggendong seorang bayi yang sedang tidur.
Fanatio melihat ke arah Kirito yang masih tertunduk, dengan senyumannya dia berkata."Jadi, tolong untuk tidak bertindak macam-macam, bocah"Mendengar itu Kirito pun mengangkat wajahnya, keluar sedikit senyuman dan berkata."Lebih menakutkan mendengar kata ‘bocah’ ketimbang ‘Prime Swordsman’ keluar dari mulutmu"."Mungkin itu sedikit menakutkan karena penakananya berbeda".Jawab Fanatio sambil menggeser pandangannya ke seorang Vice-Prime Swordsman, Asuna dengan tangannya yang terlipat, bibirnya yang tersenyum dan matanya yang sedikit menyipit.Kemudian Fanatio juga mengarahkan pandangannya ke Ronie yang berdiri di samping tiang yang sedikit jauh dari meja bundar, dengan tatapannya yang sedikit mencurigakan. Tapi segera ia kembali menatap Kirito sambil menepuk pundaknya."Well, untungnya kali ini tidak ada kerusakan yang begitu parah, jadi tidak akan ada tuduhan serius mengenai masalah ini. Sebagai gantinya, kau harus menghabiskan sisa hari ini dengan bekerja di belakang meja di kantormu.""…oke", jawab Kirito.Setelah melapas tangannya dari pundak Kirito, yang dilanjutkan dengan membungkuk ke setiap kursi yang ada pada meja bundar, Fanatio sekali lagi melihat Ronie, menghampirinya dan memberikan bayinya supaya Ronie bisa menggantikannya menggendong bayi."Ronie, maaf, tapi apakah kau bisa membantuku menjaga Berchie, jika dia ditinggal sendirian, dia bisa-bisa merusak seluruh benda yang ada di sini"."Tentu saja dengan senang hati". Jawab Ronie dengan sedikit kaget karena menyadari bahwa bayi yang ia gendong ternyata lumayan berat. Sebagai Apprentice Integiry Knights, sangat mudah baginya untuk mengayunkan senjata Human World hanya dengan satu tangannya, atau bahkan pedang 2 mel dari Dark Territory, tapi berat badan bayi ini sangatlah berbeda dengan senjata-senjata tadi.Berchie yang berusia satu tahun itu memeluk Ronie dengan kedua tangannya dan mengeluarkan beberapa gumaman, tetapi segera kembali tidur. Ronie membungkuk kepada Fanatio dan kembali mendekati tembok. Tsukigake yang sedang menunggu di sana menjulurkan hidungnya untuk mencium bau dari Berchie dan sepertinya dia menyukainya.Di meja bundar, Kirito, Asuna, Fanatio, Dusolbert, kepala clerics yang dulunya adalah seorang monk dan juga para petinggi dari beberapa departemen berbeda di Katedral duduk dan segera memulai rapat."Pertama-tama, mari kita bahas tentang pembukaan kembali pegunungan di Southern Cave, yang dilaporkan tempo hari…""Meskipun mungkin jika kita menggali gua, tapi butuh waktu yang lama untuk membuat jalan raya di area selatan hutan…"Karena hari itu bukan pertemuan formal, Ronie sebagai Apprentice Integrity Knight tidak diwajibkan untuk berada di sana. Jadi, dia berfikir untuk ikut begabung dengan Tiese yang sedang balajar untuk menutupi kekurangannya akan sacred art di Perpustakaan Besar.Tapi sebenarnya ada satu hal yang mengganggu pikiran Ronie. Ketika ia melihat Kirito terbang pagi ini, dia tiba-tiba merasa perlu untuk mengkonfirmasi atau menolak ide yang muncul di benaknya. Tapi karena Kirito langsung pergi menuju ke jalan-jalan perbelanjaan Centoria terpaksa dia harus menemuinya dengan segera setelah rapat ini berakhir.Mungkin saat berlatih inkarnasi, dia bisa berdiri dengan satu kakinya selama beberapa jam di atas sebuah tiang besi kecil, tapi jika dibandingkan dengan itu menunggu rapat berakhir sambil bersandar pada tiang-tiang sangatlah menguras kesabaran. Untungnya, Ronie ditemani dengan Tsukigake yang pada dasarnya adalah naga yang sangat tenang tidak seperti Shimosaki milik Tiese."Aku tidak akan lelah menunggu disini", gumam Ronie dalam hati.Saat berdiri dan mendengar beberapa suara rapat, bayi yang sedari tadi tidur dipelukannya tiba-tiba bersin.Walaupun tidak sampai bangun, dia berfikir bahwa bayi itu merasa kedinginan, jadi dia membawanya ke dekat jendela supaya cahaya Solus dapat menghangatkan tubuh si bayi. Rambutnya yang lembut dan berkilauan saat wajahnya disinari oleh cahaya matahari membuat Ronie menarik nafas dalam-dalam karena takjub akan manisnya wajah lugu sang bayi.Dia tersenyum sambil bergumam sebuat kata "… Bayi yaa…"Tapi, pikirannya teralihkan ke ingatan yang bisa dikatakan tidak terlalu menyenangkan, ketika dia pulang ke kampung halamannya di bagian utara Ibukota bulan lalu.
Keluarga Arabel, dari generasi ke generasi adalah keluarga bangsawan kelas 6, kelas terakhir dalam sistem keluarga bangsawan.Kehidupannya tidak selalu baik. Pendapatan ayahnya sebagai pemimpin pasukan gerbang kekaisaran sangatlah sedikit, apalagi keluarganya tidak pernah mendapatkan dukungan dari bangsawan kelas atas, seperti daerah kekuasaan contohnya. Ditambah, keluarganya tetap harus membayar pajak yang sangat tinggi setiap bulannya, tidak seperti bangsawan kelas satu, dua bahkan para pedagang yang memiiki toko besar ditengah kota Centoria.Tapi, ia tetap menghabiskan hari-harinya dengan bahagia, karena ia dikelilingi oleh keluarga yang baik, ibunya yang penyayang, ayahnya yang tegas namun ramah, dan adik kecilnya yang selalu jahil.Kakeknya merupakan bangsawan kelas 4, yang meninggal saat Ronie masih bayi. Satu-satunya saat yang menyedihkan adalah ketika kediaman kakeknya itu diambil oleh pamannya yang sangat tempramen, kakak ayahnya yang paling tua. Apalagi saat bibinya mengomentari gaun tua yang dikenakan ibunya, menjadikan ia tidak mau lagi datang ke acarnya keluarga.Namun, setelah Rebellion of Four Empires berakhir, sistem kebangsawanan juga telah diperbaiki. Tidak ada lagi kelas bangsawan. Semua daerah kekuasaan pun juga sudah dilepaskan. Para pemegang kekuasaan sebelumnya dilantik sebagai Human Guardian Army dan mendapatkan upah yang semestinya.Bagi mantan keluarga kerajaan, perubahan ini adalah bencana besar, tetapi bagi keluarga Ronie itulah jalan yang semestinya. Era dimana orang dipandang berdasarkan garis keturunannya telah berganti menjadi era dimana kemampuan berpedang, kecerdasan, pengalaman, dan pengetahuan memungkinakan orang untuk menjabat posisi strategis di dunia ini.Kesimpulannya, bisa dikatakan bahwa semua tingkatan bangsawan sudah diberikan perlakuan yang sama.Tapi ada beberapa pengecualian.Dari semua bangsawan di Centoria, dua diantaranya diangkat menjadi Apprentice Integrity Knight. Ronie dari keluarga Arabel, dan Tiese dari keluarga Schtrinen.Bulan lalu Ronie kembali ke rumah orang tuanya untuk pertama kali semenjak ia menjadi seorang ksatria. Mereka sangat senang karena sudah lama mereka tidak melihat Ronie dalam beberapa tahun terakhir. Adiknya sekarang menjadi murid North Centoria Imperial Sword Mastery Academy, yang tampak penasaran ingin mengayunkan pedang milik Ronie, padahal mengangkatnya saja belum bisa. Ayahnya banyak menanyakan tentang kehidupan di Cathedral, sementara ibunya sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam, saat itu adalah malam yang sangat menyenangkan.Hari berikutnya, tanpa diduga kakak dari ayahnya datang bersama keluarga, dan membawakan hadiah yang cukup banyak.Dengan kata lain, itu adalah sebuah lamaran pernikahan untuk Ronie.Jika Ronie nanti dilantik menjadi Integrity Knight, dia akan mendapatkan kekaguman dan rasa hormat yang luar biasa dari seluruh Human World. Perasaan ini hampir tidak berubah meskipun Axiom Church telah direformasi menjadi The Human Unification Council. Sebagai pengganti dari sejumlah Integrity Knight yang gugur saat perang dunia, perasaan itu mungkin akan semakin bertambah.Ksatria seperti itu sanagat cocok untuk dipersunting sebagai pengantin, status sosial dan perekonomian pun akan naik, dan itu sepertinya dipikirkan oleh paman dan bibinya. Tidak datang dengan tangah kosong, memiliki status sebagai keturunan tertua, sang pewaris langsung, paman dan bibinya mengumpulkan segunung hadiah dan menumpuknya di depan Ronie dengan rasa bangga."Tidak peduli apakah saya ini ksatria atau apapun itu, peran terpenting dari seorang wanita adalah melahirkan dan membesarkan anak. Tentu, bahkan seorang kepala Integrity Knight saja melakukan itu. Dan sejauh inipun tidak ada hukum yang melarang perjodohan, tetapi tidak seperti ini, tidak dengan orang ini …" Ucap Ronie di dalam hatinya.Dulu, Kirito pernah memberitahu Ronie dan Tiese.The Highest Priest sang Administrator, mantan pemimpin Axiom Church, mengumpulkan mereka-mereka yang ahli dalam skill berpedang dan sacred art dari semua kerajaan, dan mengubah mereka menjadi Integrity Knight. Namun, kenyataannya, ingatan para ksatria itu dicabut dengan teknik terlarang yang disebut The Synthesis Ritual, dan sebaliknya mereka diberi ingatan palsu bahwa mereka dipanggil dari dunia para dewa.Tentu saja itu adalah perbuatan yang keji, tetapi melihat perilaku paman dan bibinya, Ronie berfikir bahwa ritual itu bukan ide yang buruk untuk membersihkan pikiran kotor paman dan bibinya ini.Pamannya ini sangat keras kepala, hampir saja Ronie membuat kabut asap dengan sacred art dan melarikan diri dari situasi ini. Pamannya tidak percaya bahwa tidak ada tunjangan tinggi untuk ksatria, ataupun pembagian wilayah untuk anak-anak mereka. Justru mengatakan bahwa Ronie hidup bermewah-mewahan di Katedral setiap hari, hal itu membuat ayahnya marah, sehingga mereka akhirnya diusir, dan Ronie lolos dari bahaya tadi.Walaupun ayahnya mengatakan bahwa ia harus menikah dengan pria yang benar-benar ingin menikah dengannya, tetapi sebenarnya ayahnya itu sangat tidak sabar untuk sesegera mungkin memiliki cucu. Apalagi sebelumnya, ayah dan ibunya sangat khawatir bahwa putri mereka telah bergabung dengan Integrity Knights. Mungkin, jika bukan karena perang, setelah lulus dari Sword Mastery Academy Ronie akan menikah dengan anak dari bengsawan kelas kedua atau ketiga atau bahkan menantu bangsawan kelas bawah, mengikuti jejak nenek moyang keluarga Arabel.Apapun alasannya, yang jelas kedua orang tuanya ingin Ronie menikah dan segera memberikan keturunan.Sebisa mungkin ia ingin memenuhi permintaan itu jika ia bisa.Tetapi Ronie harus pergi meninggalkan kampung halamannya dan kembali ke Katedral. Dari lubuk hati yang paling dalam Ronie berkata."Maafkan aku ayah, ibu. Mungkin aku tidak akan pernah menikah dan memiliki anak seumur hidupku, karena perasaanku tidak akan pernah sampai ke orang itu".
Berchie si bayi terbangun dan menyela lamunan Ronie yang ternyata sedikit mengeluarkan air mata.Dengan cepat, ia mencoba menenangkan tangisan itu. Tetapi tidak ada tanda-tanda rengekan itu berhenti."Hey, anak pintar, anak pintar." Ucap Ronie menenangkan si bayi yang pada akhirnya tetap saja mukanya terlihat merah tanda ingin menangis.Tidak lupa juga dengan gerakkan andalan, yaitu mengangkat bayi itu tinggi-tinggi."Dia tidak akan puas dengan hal seperti itu." Kata Fanatio, ibu dari bayi itu sekaligus komandan dari para ksatria, yang terlihat tersenyum penuh kehangatan dengan rambutnya yang hitam lembut."Bentangkan layarnya!" Fanatio berseru sambil melempar Berchie ke udara, itu hanya lemparan kecil, tetapi tetap saja lemparan itu dilakukan oleh Integrity Knight terkuat.Hasilnya, bocah itu terangkat sangat tinggi sampai hampir menyentuh langit-langit Great Corridor of the Spiritual Light."Nah… Fuanah… ah, aboo…!"Ronie menghentikan suara anehnya saat bocah itu berhenti tepat sebelum menyentuh lukisan dewa di atas sana lalu mulai turun.Lalu, si bayi Berchie jatuh tepat di kedua tangan ibunya. Dia tertawa dengan suara yang lucu dan menggemaskan."Memang, masa depan adalah urusanku. Ronie, terima kasih telah menjaganya. Aku akan menyelesaikan sisanya sekarang."Fanatio tersenyum sambil melambaikan tangannya, lalu bergegas keluar. Pertemuannya sudah selesai, diikuti dengan Dusolbert dan kepala departemen lainya.Saat Ronie masih terpesona dengan keanggunan seorang ibu merawat anak, terdengar suara Kirito memotong dengan wajah setengah ketakutan."Jadi, itu caranya menggendong bayi." Asuna yang mengikutinya disamping, tentu saja dengan senyum lembutnya, dan berkata."Yah setidaknya bagus juga untuk mengenalkan ketinggian kepada calon ksatria yang nantinya akan mengendarai naga""Dengan bayi itu ditambah dengan Scheta, kelihatannya masa dengan jadi tidak terlalu me… ah maksudku menyenangkan." Balas Kirito sambil menggelengkan kepala dilanjut menaruh kedua tangannya di pinggang."Karena pekerjaan hari ini sudah selesai, aku harus melihat sedikit keadaan prototaip versi selanjutnya." Lanjut Kirito."Hah? Kamu sudah siap untuk yang berikutnya?" Tanya Asuna sedikit kaget."Yang satu ini cukup berbeda, ada kompresor asap di antara mesin termal dan pendorong, seperti turbo…" Jawab Kirito dengan penuh semangat."Hmmm, Kirito, menurutku kamu harus memperhatikan aspek keselamatan sebelum meningkatkan kekuatan!" Saran Asuna.Saat Kirito dan Asuna sedang melakukan percakapan di mana ada kata-kata yang tidak biasa, Ronie perlahan mengangkat tangannya. "Maaf, Kirito-senpai…""Yaaa?" Sahut Kirito."Hmm, saya punya sebuah pertanyaan…" Ronie memberanikan diri.Kirito yang terkejut mengedipkan mata hitamnya sejenak, tapi segera tersenyum lembut dan mengangguk."Oh, bagus. Kalau begitu, kenapa kita tidak minum teh sambil mengobrol. Bagaimana menurutmu Asuna?" Tanya Kirito.Pada arah garis pandangnya, Vice-Prime Swordsman meneluarkan suaranya.
.
"Aku ingin pergi denganmu, tapi setelah ini aku harus mengikuti kuliah sacred art di perpustakaan besar.""Ohh begitu. Penjaga Perpustakaan yang sekarang sangat menakutkan. Lebih baik kita hindari …" Rayu Kirito kepada Asuna."Hanya untuk siswa yang tidak serius seperti kamu contohnya." Tersenyum pada Kirito dan menepuk punggungnya, Asuna melangkah menjauh dan berbalik ke arah Ronie, lalu berkata."Nah, pada waktu minum teh, Ronie-san, tolong pastikan Kirito tidak makan terlalu banyak manisan""Mengerti!" Jawab Ronie kepada Asuna.Ronie menundukkan kepalanya dan melirik Kirito yang mengoceh sesuatu yang tidak jelas saat Asuna berjalan pergi meninggalkan bayangan indah. Kirito menunggu sampai punggungnya menghilang di pintu selatan yang besar dan berbalik."Kalau begitu. Ayo… sudah lama tidak ke sana, mau ke lantai 80? Dan Ronie, aku ingin kue Yukimomo ya." Pinta Kirito."Siap. Saya akan mengambil beberapa dari dapur." Ronie me-iyakan."Mungkin enak kalau makan dua potong … atau mungkin lebih baik tiga potong ya, Ya berapa pun deh, tolong ambilkan, saya akan segera naik."Tanpa memberi Ronie kesempatan untuk berbicara, Kirito menghilang di pintu utara menuju poros lift.Dan sudah dari sana, dia berteriak dengan suara keras kepada Ronie, yang membiarkan tangannya jatuh ke leher Tsukigake yang mendekatinya."…Akan lebih baik untuk mengambil semuanya."
Di dapur besar di lantai 10, Ronie menemukan kue bundar dengan banyak lapisan gula yang disebut Yukimomo, kue paling spesial, dan menaruhnya satu di keranjang dengan teko teh dan menuju ke lantai 80 Katedral.Dia naik menggunakan lift otomatis yang dengan cepat membawanya ke atas. Perangkat ini dulunya pernah dioperasikan oleh manusia, tetapi sekarang gadis ini telah dibebaskan dari pekerjaannya dan sekarang dia adalah pemilik skill sacred art udara yang luar biasa dan memegang posisi penting di gudang senjata.Lantai 80 Central Cathedral yang dikenal sebagai The Cloudtop Garden, adalah taman bunga yang berada di dalam ruangan. Di tengah-tengahnya terdapat padang rumput luas yang penuh dengan bunga-bunga yang tak terhitung banyaknya, di atas bukit ada sosok Prime Swordsman Human World dengan pakaian hitamnya.Kirito berdiri dengan tangan kanannya berada di pohon zaitun muda yang ditanam di tengah bukit, tapi dia tersenyum ketika Ronie mendekat, dan berkata."Oh, maaf jika aku merepotkanmu.""Tidak masalah, karena ini juga merupakan tanggung jawab seorang junior." Balas Ronie kepada seniornya itu.Membalas dengan senyuman, Ronie dengan cepat membentangkan karpet yang ia bawa. Selanjutnya ia mengeluarkan piring dari keranjang dan menyerahkan kue yang dipotong menjadi potongan besar kepada Kirito yang matanya bersinar seperti anak kecil. Dia mengambil sepotong untuk dirinya sendiri dan untuk Tsukigake, menuangkan teh ke dalam dua cangkir dan berkata "Ini dia"."Selamat makan!"Setelah berteriak, Kirito mulai memakan kuenya ke mulut seperti naga kecil yang ada di sampingnya dengan cara makan yang sama. Melihat ini, Ronie merasakan kehangatan dari dalam dadanya.Di saat seperti ini, ketika aku bisa bersama Kirito dengan perasaan nyaman ini, aku hanya berharap satu hal. Aku berharap aku bisa memberhentikan waktu dengan sacred art… lalu, aku akan membekukan momen ini untuk selamanya.Tapi tentu saja, tidak ada seni manipulasi waktu seperti itu. Seseorang tidak dapat kembali ke masa lalu, tidak dapat menghentikannya, dan hanya dapat terus mengalir menuju masa depan.Karena sifat waktu yang bergulir secara alami, dunia ini telah mengatasi krisis terbesar dan akhirnya memperoleh kedamaian yang sempurna. Suatu hari nanti Ronie akan secara resmi diangkat menjadi seorang Integrity Knight, dan akan tiba saatnya dia menunggangi Tsukigake yang tumbuh besar dan membubung tinggi ke angkasa. Tentu saja, dia sangat menantikan saat itu. Tapi saat ini, keinginan lain telah ia dapatkan."Hmmm… Ronie?" Suara Kirito memanggil di tengah lamunan Ronie.Ronie yang tiba-tiba mendengar suara Kirito, terkejut mengangkat wajahnya."Oh, maaf! Sepotong lagi?" Ronie menawarkan kue kepada Kirito."Yah, aku menginginkannya, tapi … ini tentang hal yang lain."Menyodorkan piring kosong sambil mengatakan itu, Kirito sedikit memiringkan kepalanya."Jadi, apa yang ingin kamau tanyakan kepada ku tadi?""Ah……"Akhirnya mengingat kata-katanya sendiri, Ronie buru-buru berbicara."Maaf! Yah… itu tentang naga besi yang dibuat oleh anda, uh,… apa namanya, Dragoncraft?"Kirito mengangguk sambil melahap dua potong kue yang diterima dari Ronie.Tanpa sadar, melemparkan pandangan ke kanan dan kiri, Ronie bertanya dengan suara rendah."Oh, entah bagaimana, saya pikir … saya agak khawatir …""Mungkinkah… anda berencana untuk …melompati "dinding ujung dunia" dengan Dragoncraft itu?Begitu Kirito mendengar pertanyaan Ronie, dia memukul udara dengan tangan kanannya sambil memukul dadanya dengan tangan kirinya. Ronie buru-buru memberikan cangkir teh, lalu Kirito meminumnya dan menghela napas panjang.Setelah itu, pemuda berambut hitam itu tersenyum, lalu berkata."…seperti yang aku harapkan dari seorang junior yang ku bimbing. Kemampuan untuk menyimpan rahasia.""Tentu, ya, aku bisa!" Ronie mengiyakan."Ya, baiklah, benar, aku mau itu." Jawab Kirito dengan padat dan jelas.Setelah mengangguk seolah tidak mengatakan sesuatu yang istimewa, Kirito duduk sambil mengusap dagunya. Ronie menatapnya sejenak, bingung.Tembok ujung dunia. Itu adalah nama umum untuk tebing dengan ketinggian tak terbatas yang mengelilingi Dunia Bawah yang terdiri dari Human World dan Wilayah Kegelapan.Itu terlalu jauh dari Centoria, jadi Ronie hanya pernah sekali melihatnya dengan matanya sendiri. Saat mengikuti Kirito, dia mengunjungi area Mountain Goblins di bagian utara Dark Territory, dia melihat pemandangan menakjubkan dari tebing besar yang berdiri dari balik cakrawala.Menurut cerita para goblin, dinding itu sepertinya terbuat dari mineral yang sangat keras, bukan tanah. Tidak mudah untuk membuka lubang kecil apalagi menggali gua ataupun tangga. Tampaknya setiap orang yang mencoba mendakinya akan berakhir dengan kematian.Kisah serupa juga terjadi di Giants dan Ogres, tembok itu akhirnya benar-benar tidak dapat diganggu gugat, seperti namanya, "dinding ujung dunia" adalah batas, yang harus dihormati oleh semua ras yang tinggal di Dark Territory.Meskipun sudah diduganya, Ronie masih sangat terkejut dengan jawaban dari Kirito, jadi dia mencoba untuk menggali lagi. Setelah meneguk teh, entah bagaimana dia berhasil merangkum kata-katanya."…Umm… Jadi, apakah anda sudah mencoba melintasi dinding dengan teknik terbangmu sendiri?""Ya" Jawab Kirito sambil mengangguk.Namun, setelah mengangguk, Kirito segera menggelengkan kepalanya."Aku sudah mencobanya dan aku sekarang menyerah, baik dengan sacred art udara maupun dengan inkarnasi yang aku ciptakan, itu masih tidak cukup, sepertinya gravitasi meningkat tanpa batas saat mendekati ketinggian di atas level tertentu …"Bersandar pada batang zaitun, Kirito terus mengucapkan kata-kata seolah menjelaskan pada dirinya sendiri."… Namun, ketika aku melemparkan pisau lurus ke batas atas, pisau itu terbang ke ketinggian yang cukup tinggi, jadi sepertinya gaya tolakannya tidak berlaku pada semua objek, mungkin hanya yang diklasifikasikan sebagai tipe manusia, dan aku mencoba untuk memanipulasi itu, tapi aku tidak bisa mengubah ID unitku bahkan ketika aku mengembangkan sayap… Secara keseluruhan, kupikir pilihan terakhir adalah menyegel seluruhnya menjadi satu bagian yang bisa dipindahkan. Lalu kita hanya perlu bertaruh pada kemungkinan bahwa sistem mengenalinya itu sebagai objek yang sama sekali tidak hidup …" Lanjut Kirito menjelaskan.Sulit untuk mengikuti ceritanya, Ronie mengangkat tangannya, dan bertanya."Itu artinya, meskipun manusia berdaging dan berdarah tidak bisa melewati tembok, mungkin saja bisa melebihi tingginya jika mengendarai Dragoncraft, begitukan?""Hmm……?"Kirito akhirnya mengangkat wajahnya ke arah Ronie dan setelah berkedip beberapa kali mulai mengangguk."Oh, tentu. Ya, ya, itu benar. Sebenarnya, aku sudah mencoba sesuatu seperti kulit atau pesawat kertas yang digerakkan oleh sacred art atau inkarnasi… untuk membawaku seolah seperti seekor naga. Tapi itu sia-sia… Sepertinya uji coba itu harus memiliki bobot yang sama seperti aku sendiri. Jika seperti itu maka perlu kekuatan seperti naga, masalahnya itu benda hidup. Namun, itu adalah lingkaran setan karena ketika harus menahan panas yang tinggi dari elemen termal, jelas itu pasti harus menggunakan logam, tetapi jika memakai logam, berat total yang dibawa juga cukup besar dan yang pasti membutuhkan daya dorong yang kuat untuk lepas landas, pada akhirnya itu juga meningkatkan jumlah elemen termal yang diperlukan … "Setelah berpikir sedikit ke arah yang sama dengan Kirito, Ronie tiba-tiba melihat ke arahnya."Hmm … itu hal yang sulit …""Tidak, bukan cuma itu! Yang ingin aku tanyakan …" Ronie memotong pikiranya senidiri."Dan apa itu?" Balas Kirito."Mengapa kamu ingin melewati dinding ujung! Karena saya sudah lama berada di sisi anda, saya tahu perasaan anda yang ingin disingkirkan jika ada tembok… tapi saya pikir saat ini ada berbagai … hal yang lebih penting"Meskipun dia merasa perlu untuk mengatakan itu dengan penuh semangat, dia menyadari bahwa itu lebih seperti sebuah ceramah.Kirito menepuk bahu Ronie dengan ringan."Terima kasih, Ronie. Kamu selalu khawatir. Tetapi aku yakin aku tidak salah berpikir."Ronie tertawa tapi jantungnya tiba-tiba seperti mau copot karena Kirito meletakkan tangannya di belakang kepala Ronie, sulit untuk menyembunyikan perasaan itu agar tidak terlihat."…tapi, kupikir melintasi tembok itu adalah tugas prioritas utama di Underworld sekarang." Ucap Kirito."Hah… apa maksudnya?" Tanya Ronie kebingungan."…Jangan beritahu siapapun, bahkan Tiese ataupun Fanatio." Bisik Kirito.Tiba-tiba setelah mendengar hal seperti itu, Ronie membuka matanya lebar-lebar tetapi entah bagaimana tetap tenang.Tapi yang benar-benar menakjubkan adalah kata-kata Kirito yang mengikutinya."Masalahnya, perang akan dimulai sekali lagi.""…! Tidak, tidak mungkin … Bukannya era kedamaian sudah datang?" Ronie mencoba menenangkan diri.Menarik napas dalam-dalam, Kirito menggelengkan kepalanya dengan wajah yang sulit."Maaf, tapi mungkin ini tidak akan bertahan lama… The Great Eastern Gate runtuh, proyek pertukaran dua dunia dimulai, dan banyak turis datang dari Dark Territory. Saat ini, mereka sedang menikmatinya, pemandangan dan makanan yang dijanjikan. Tapi, semua orang pada akhirnya akan menyadarinya. Bahwa dua dunia memiliki sebuah perbedaan.""Sebuah perbedaan…?""Tanah Human World sangatlah subur dan Dark Territory sangatlah tandus. Kamu melihatnya sendiri buka, langit merah dan tanah hitam gelam… Satu-satunya tempat di mana mereka dapat merasakan kemakmuran adalah di sekitar ibu kota Obsidia, tetapi manusia telah mengambil alih. Saat ini, Goblins, Orcs, dan Giants sebagian besar sudah tenang kembali, tetapi ketidakpuasan masih tetap ada dan itu terus menumpuk. Aku dan Asuna bekerja keras untuk memungkinkan membangun wilayah demi-human di sana, tapi itu sulit sekali. Sumber daya itu… Pasokan sacred power sangat kecil disana."Ronie mendengarkan kata-kata Kirito tanpa suara.Memang, pemandangan Dark Territory yang sunyi membara di benaknya. Tapi sampai sekarang, dia tidak pernah berfikir dari sudut pandang seperti itu. Tidak ada satu ide pun tentang bagaimana solusinya."… Saya…"Mata hitam Kirito menatap Ronie yang bergumam, lalu ia tersenyum lembut."Maaf, aku tidak menyalahkanmu. Tidak ada pilihan, Underworld didesain dari awal seperti itu. Satu-satunya tujuan adalah perang antara Dark Territory yang miskin dan Human World yang kaya. Dan perang nyatanya sudah, dengan begitu banyak pengorbanan, dan kami nyaris menghindari akhir yang paling buruk. Aku tidak akan pernah membiarkan hal yang sama terjadi lagi, demi nyawa yang hilang dalam pertempuran itu.""Tapi, kalau begitu, apa yang harus kita lakukan…?" Ronie bertanya lagi."Hanya ada satu jawaban. Untuk demi-human, seharusnya tidak tinggal di perbatasan terpencil Dark Territory, mereka membutuhkan negara yang bisa mereka banggakan. Bukan tanah demi-human. Tapi sebuah negara yang nyata.""negara … yang nyata" Ronie terbata-bata.Ronie sebelumnya mencoba untuk mengikuti cerita Kirito sebanyak yang dia bisa, tapi dia merasa dia bisa dengan cepat memahami arti yang jelas dari kata-kata itu.Hanya wilayah kelompok goblin gunung yang dilihat Ronie dengan matanya sendiri. Mereka tinggal di daerah perbukitan yang membentang dari The Great Eastern Gate ke timur laut. Gandum tidak tumbuh di sana, ikan tidak hidup di air, itu benar-benar kacau.Selain itu, baik kepala suku Hagashi dan anak sulungnya, Kosogi, turun satu demi satu, dan ketika seorang kepala suku baru dipilih, rekonstruksi desa tidak berjalan dengan baik. Pada hari-hari sebelumnya ketika Dark Territory hanya mengikuti Law of the Strongest—yang lemah mengikuti yang kuat—itu akan dihancurkan oleh Giants atau Orcs, mungkin juga Goblins.Ronie yang pernah mengunjungi tanah itu bersama Kirito kehilangan kata-katanya saat melihat goblin sakit yang tertinggal di ranjang jerami yang malang dan menangisi anak-anaknya yang kelaparan dan lemah. Bahkan jika ada pasokan darurat dalam jumlah besar yang dibawa dari Human World, itu tidak akan menjadi penyelesaian masalah. Di tanah itu orang tidak bisa mendukung populasi goblin yang produktif sejak awal.Tapi Ronie tidak pernah mencoba memikirkan "masa depan" mereka sampai sekarang. Tidak, dia mencoba melupakan mereka. Sosok anak-anak goblin yang berdesak-desakan dan saling pukul satu sama lain seperti orang gila mencoba mengambil roti panggang yang tidak begitu enak dari tangannya sendiri."Sejak itu, barang harus terus dikirim dari Human World. Mungkin sesekali aku berkata pada diriku sendiri bahwa ada sesuatu yang salah, tetapi melihat ke belakang sekarang aku melihat bahwa di Human World yang kaya, meskipun aku adalah bangsawan kelas bawah, aku hidup seperti bangsawan tanpa ketidaknyamanan." Ronie berkata di dalam hati.Tapi sekarang ia mendengar kata negara nyata dari mulut Kirito, Ronie dipaksa untuk mengerti. Hutan belantara itu bahkan tidak bisa disebut wilayah, terutama negara. Itu adalah tempat pengasingan. Bahkan lebih pantas disebut sebagai penjara."… aku … aku…"Ronie, sangat tertekan, menjatuhkan garpu ke piring kue dan bergumam dengan suara kabur.Bangsawan memiliki kewajiban serius di luar hak istimewa yang diberikan. Tugas itu adalah untuk memperjuangkan mereka yang tidak memiliki kekuatan setiap saat, dalam kata lain adalah Noble Obligation.Dua tahun yang lalu, Kirito yang duduk di depannya dan, Ronie yang pada waktu itu adalah siswa tahun pertama yang belum tahu apa-apa."Meski begitu, aku sudah melupakannya… tidak, ini lebih buruk. Sebenarnya, saya tidak menganggap Goblins sama. Meskipun saya berpikir bahwa keadaan mereka menyedihkan, di suatu tempat di hati saya, bahkan jika memang demikian, saya tidak berpikir untuk membantunya…" gumam Ronie di dalam hati.Pertama penglihatannya kabur dan kemudian air mata jatuh ke piring putih. Tsukigake berbalik ke arahnya dan mendengkur "kurururu" bertanya tapi kemudian sebuah tangan terulur dari depan dan menyisir kepala Ronie."Maafkan aku, Ronie. Aku menceritakan kisah ini padamu meskipun aku tahu kamu mungkin belum siap menerimanya."Alih-alih suaranya yang biasanya lembut, Kirito berbisik."… Namun, kamu tidak perlu terlalu menyalahkan dirimu sendiri, karena bisa mengirim pasokan bantuan dari Human World ke Dark Territory hanya mungkin bisa dilakukan setelah kita berhenti berharap pada kaisar dan bangsawan besar, kondisi itu cepat pulih setelah perang. Tak satu pun dari itu bisa terwujud tanpa kerja keras Ronie, jadi Ronie kamu melakukan yang terbaik untuk mereka dengan benar.""Apakah begitu?" Ronie tampak tak yakin."Ya, benar. Aku pergi ke negara goblin gunung sejak saat itu, dan anak-anak masih ingat dengan sempurna bagaimana Kamu memberi mereka roti."Sekali lagi, air mata memenuhi matanya dan mengalir di pipinya, tapi kali ini air mata itu memiliki arti yang sedikit berbeda. Kirito mengusapnya dengan sapu tangan kecil.Ronie mati-matian menahan perasaan aneh di dadanya, menyembunyikan wajahnya dan menangis. Dengan sedikit paksaan untuk menghentikan air matanya, dia mengangkat wajahnya, tersenyum sedikit lalu berkata."… Terima kasih,.. Tidak apa-apa sekarang. Maaf, menangis seperti ini di tengah pembicaraan.""Aku tahu Ronie cengeng sejak kamu menjadi junior tahun pertama."Melihat Kirito yang tertawa dan tersenyum, Ronie menajamkan bibirnya menahan rasa sakit di bagian belakang dadanya lagi.Dia selesai dengan teh dan setelah mengedipkan mata, air mata terakhir membuka mulutnya."…Yah, saya mengerti apa yang anda pikirkan. Goblins dan Orcs membutuhkan negara yang kaya dan indah seperti halnya Human World. Tidak ada lagi tempat seperti itu yang tersisa di Underworld, kita hanya dapat menemukannya di sisi lain dunia. "dinding ujung dunia". Untuk alasan itu, kita harus melewati dinding dengan Dragoncraft itu. Begitulah adanya." Ucap Ronie dengan penuh keyakinan."Itu benar. … Ini akan sulit bahkan setelah melintasi dinding …"Kirito mengangguk dalam, dan membenarkan."…Tapi, apakah benar ada sisi lain dari tembok itu? Apakah tembok itu tidak berujung, dan jika bukan kemana arahnya…?" Ronie membuka pertanyaan kembali."Aku juga memikirkan hal itu… Tapi jika tembok itu benar-benar berakhir di dunia ini, rasanya itu bahkan bukan tembok. Ini lebih seperti alamat yang tidak bisa diakses… kehampaan." Jelas Kirito."Kehampaan … Apakah itu seperti kekosongan yang tidak bisa dilihat atau gunakan?" Ucap Ronie masih kebingungan."Benar. Tapi sebenarnya, dinding ujung dunia adalah tebing yang nyata. Sangat tinggi dan sangat keras. Alasan untuk ini mungkin untuk menjaga penghuni dunia agar tidak mengamati kebenaran yang tidak seharusnya… Akhir yang sebenarnya dari dunia. Jika demikian, ada kemungkinan bahwa itu berhenti menjadi tak berujung ketika mencapai sana. Semuanya tergantung pada seberapa banyak ruang dan kapasitas cadangan yang dimiliki visualizer utama…" Jawab Kirito dengan kata-kata yang sedikit membingungkan.Melihat Kirito menjelaskan dengan kata-kata yang dia tidak bisa ia mengerti, Ronie mengangkat alisnya, dan Kirito mengangkat kepalanya."Ya ampun, maaf Ronie, aku hanya melantur. Jadi, yaaa… Pada dasarnya, tidak ada akhir di dunia ini." Lanjut Kirito.Tidak ada akhir juga merupakan konsep aneh bagi Ronie yang di tandai dengan berkata "Tidak ada akhir …?"Bagi Ronie, yang lahir dan besar di North Centoria, tembok besar yang membagi kota menjadi beberapa sektor yang dikenal dengan tembok abadi adalah awalnya. Akhirnya dia mengetahui bahwa kerajaan Norlangarth yang luas menyebar darinya dan juga mengetahui bahwa itu membentuk Human World yang melingkar bersama dengan tiga kerajaan lainnya.Dia diajari tentang pegunungan tak berujung yang mengelilingi Human World dan wilayah mengerikan yang tersebar jauh melampaui itu sejak dia memasuki sekolah masa kecilnya pada usia delapan tahun.Namun, bahkan para guru tidak membicarakan hal spesifik dari Dark Territory — kalau dipikir-pikir, aneh juga jika para guru membicarakannya, dan bahwa ada tebing tak berujung yang disebut dinding ujung dunia, dia hanya belajar setelah menjadi sukarelawan pasukan pertahanan Human World bersama dengan Tiese dan tiba di kamp melalui The Great Eastern Gate.Dengan kata lain, tembok konstan selalu ada di dunia yang Ronie kenal. Bahkan jika seseorang melewati batas, tembok berikutnya selalu muncul. Dengan cara ini, dia percaya, seseorang suatu hari nanti akan tiba di ujung dunia yang sempurna yang tidak akan pernah bisa mereka atasi."… Yah, itu seperti… … Maksudmu, di sisi lain dinding ujung, itu seperti Human World dan Wilayah Kegelapan lagi?… … Padang rumput, hutan dan hutan belantara tersebar jauh dan luas?"Saat Ronie menanyakan itu dengan nada canggung, Kirito mengerang "ugh…"."Bagaimana saya bisa menjelaskan …? Ah, benar, datang ke sana."Bangkit, dia mengulurkan tangan. Karena malu, dia mengambil tangan itu, dan Kirito menarik Ronie ke atas dan membawanya ke jendela sempit yang terbuka di pinggiran luar Cloudtop Garden."Ini, lihat itu."Titik di mana lengan kanannya menunjuk adalah setengah lingkaran putih yang mengambang di langit timur biru tua, itu Lunaria. Baik Ronie dan Tsukigake seperti yang diperintahkan, menatap bintang besar yang menjadi sumber nama naga muda itu.Kemudian Kirito mengatakan sesuatu yang jelas."Itu bulat, bukan?""… Ya, itu bulat."Ronie menjawab sambil mengangguk berpikir bahwa dia bermaksud menjawab sesuatu."Lunaria itu bukan piringan datar tapi bulatan, jadi hanya bagian di mana sinar matahari mengenainya terlihat lebih terang… Ini juga diajarkan di sekolah di Centoria?"Kirito pasti terlihat percaya diri, dengan senyum goyang."Tentu saja, tentu saja, mereka memberitahumu di sekolah dasar, … bola itu adalah takhta Dewi Lunaria … mengambang di kerajaan dewa di luar langit …" Ronie menjelaskan dengan cepat."Oh, oh, um… …sebenarnya, kurasa dunia ini, termasuk Human World dan Dark Territory, seharusnya memiliki bentuk bola yang sama.""Em… Apa!? Sebuah bola!?"Ronie yang mendengar perkataan Kirito tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak. Tiba-tiba, dia merasa enggan ditakuti dan tanpa sadar menginjak kedua kakinya. Di sebelahnya Tsukigake mendengus "fururu" seolah menertawakan Kirito yang bodoh.Kirito kemudian menghabiskan lima menit dan mengajarinya tentang struktur bola global, seperti yang dia beri nama. Tentu saja, itu tidak mudah untuk diterima, tetapi ada sesuatu yang bisa membantu.Morning Star Lookout di lantai 95 Central Cathedral terbuka untuk semua langit di sekitarnya. Berdiri di lantai itu, melihat ke tanah, terlihat bahwa cakrawala jauh menarik busur ke atas."Jika dunia benar-benar bulat, aku akan menerimanya, tetapi ketika aku mencoba untuk memikirkannya, aku mulai menyadari banyak hal", pikir Ronie yang memperhatikan Lunaria mengambang di langit.Tanpa diduga, kata-kata yang tidak pernah Ronie pikirkan keluar dari bibirnya."Jika dunia ini, seperti Lunaria juga berbentuk bola … di Lunaria, apakah ada padang rumput, hutan, dan jalan, apakah orang tinggal di sana?"Sepertinya itu adalah pertanyaan yang tak terduga untuk Kirito, dan seorang pendekar pedang dengan rambut hitam panjang mengedipkan mata beberapa kali, tapi tak lama kemudian matanya kembali tenang."…Mungkin… Tergantung jarak ke bulan, mungkin bukan satelit kecil, mungkin planet dengan ukuran yang sama… Yah, suatu saat aku akan memahaminya."Di luar dugaan, Ronie tidak terlalu terkejut mendengar kata-kata luar biasa yang diucapkan Kirito begitu saja.Sebaliknya, dia memiliki firasat bahwa orang ini secara alami akan mengatakannya.Jadi Ronie tersenyum, mendekat ke Kirito hanya satu cen dan berbisik."Saat itu, saya akan menemani anda juga, sebagai junior yang selalu ada untuk seniornya.""Kamu tidak akan melakukannya kecuali kita membuat Dragoncraft yang cukup besar"Dan kemudian dua manusia dan satu naga untuk beberapa waktu menatap setengah lingkaran jauh di langit.
Keluarga Arabel, dari generasi ke generasi adalah keluarga bangsawan kelas 6, kelas terakhir dalam sistem keluarga bangsawan.Kehidupannya tidak selalu baik. Pendapatan ayahnya sebagai pemimpin pasukan gerbang kekaisaran sangatlah sedikit, apalagi keluarganya tidak pernah mendapatkan dukungan dari bangsawan kelas atas, seperti daerah kekuasaan contohnya. Ditambah, keluarganya tetap harus membayar pajak yang sangat tinggi setiap bulannya, tidak seperti bangsawan kelas satu, dua bahkan para pedagang yang memiiki toko besar ditengah kota Centoria.Tapi, ia tetap menghabiskan hari-harinya dengan bahagia, karena ia dikelilingi oleh keluarga yang baik, ibunya yang penyayang, ayahnya yang tegas namun ramah, dan adik kecilnya yang selalu jahil.Kakeknya merupakan bangsawan kelas 4, yang meninggal saat Ronie masih bayi. Satu-satunya saat yang menyedihkan adalah ketika kediaman kakeknya itu diambil oleh pamannya yang sangat tempramen, kakak ayahnya yang paling tua. Apalagi saat bibinya mengomentari gaun tua yang dikenakan ibunya, menjadikan ia tidak mau lagi datang ke acarnya keluarga.Namun, setelah Rebellion of Four Empires berakhir, sistem kebangsawanan juga telah diperbaiki. Tidak ada lagi kelas bangsawan. Semua daerah kekuasaan pun juga sudah dilepaskan. Para pemegang kekuasaan sebelumnya dilantik sebagai Human Guardian Army dan mendapatkan upah yang semestinya.Bagi mantan keluarga kerajaan, perubahan ini adalah bencana besar, tetapi bagi keluarga Ronie itulah jalan yang semestinya. Era dimana orang dipandang berdasarkan garis keturunannya telah berganti menjadi era dimana kemampuan berpedang, kecerdasan, pengalaman, dan pengetahuan memungkinakan orang untuk menjabat posisi strategis di dunia ini.Kesimpulannya, bisa dikatakan bahwa semua tingkatan bangsawan sudah diberikan perlakuan yang sama.Tapi ada beberapa pengecualian.Dari semua bangsawan di Centoria, dua diantaranya diangkat menjadi Apprentice Integrity Knight. Ronie dari keluarga Arabel, dan Tiese dari keluarga Schtrinen.Bulan lalu Ronie kembali ke rumah orang tuanya untuk pertama kali semenjak ia menjadi seorang ksatria. Mereka sangat senang karena sudah lama mereka tidak melihat Ronie dalam beberapa tahun terakhir. Adiknya sekarang menjadi murid North Centoria Imperial Sword Mastery Academy, yang tampak penasaran ingin mengayunkan pedang milik Ronie, padahal mengangkatnya saja belum bisa. Ayahnya banyak menanyakan tentang kehidupan di Cathedral, sementara ibunya sibuk menyiapkan makanan untuk makan malam, saat itu adalah malam yang sangat menyenangkan.Hari berikutnya, tanpa diduga kakak dari ayahnya datang bersama keluarga, dan membawakan hadiah yang cukup banyak.Dengan kata lain, itu adalah sebuah lamaran pernikahan untuk Ronie.Jika Ronie nanti dilantik menjadi Integrity Knight, dia akan mendapatkan kekaguman dan rasa hormat yang luar biasa dari seluruh Human World. Perasaan ini hampir tidak berubah meskipun Axiom Church telah direformasi menjadi The Human Unification Council. Sebagai pengganti dari sejumlah Integrity Knight yang gugur saat perang dunia, perasaan itu mungkin akan semakin bertambah.Ksatria seperti itu sanagat cocok untuk dipersunting sebagai pengantin, status sosial dan perekonomian pun akan naik, dan itu sepertinya dipikirkan oleh paman dan bibinya. Tidak datang dengan tangah kosong, memiliki status sebagai keturunan tertua, sang pewaris langsung, paman dan bibinya mengumpulkan segunung hadiah dan menumpuknya di depan Ronie dengan rasa bangga."Tidak peduli apakah saya ini ksatria atau apapun itu, peran terpenting dari seorang wanita adalah melahirkan dan membesarkan anak. Tentu, bahkan seorang kepala Integrity Knight saja melakukan itu. Dan sejauh inipun tidak ada hukum yang melarang perjodohan, tetapi tidak seperti ini, tidak dengan orang ini …" Ucap Ronie di dalam hatinya.Dulu, Kirito pernah memberitahu Ronie dan Tiese.The Highest Priest sang Administrator, mantan pemimpin Axiom Church, mengumpulkan mereka-mereka yang ahli dalam skill berpedang dan sacred art dari semua kerajaan, dan mengubah mereka menjadi Integrity Knight. Namun, kenyataannya, ingatan para ksatria itu dicabut dengan teknik terlarang yang disebut The Synthesis Ritual, dan sebaliknya mereka diberi ingatan palsu bahwa mereka dipanggil dari dunia para dewa.Tentu saja itu adalah perbuatan yang keji, tetapi melihat perilaku paman dan bibinya, Ronie berfikir bahwa ritual itu bukan ide yang buruk untuk membersihkan pikiran kotor paman dan bibinya ini.Pamannya ini sangat keras kepala, hampir saja Ronie membuat kabut asap dengan sacred art dan melarikan diri dari situasi ini. Pamannya tidak percaya bahwa tidak ada tunjangan tinggi untuk ksatria, ataupun pembagian wilayah untuk anak-anak mereka. Justru mengatakan bahwa Ronie hidup bermewah-mewahan di Katedral setiap hari, hal itu membuat ayahnya marah, sehingga mereka akhirnya diusir, dan Ronie lolos dari bahaya tadi.Walaupun ayahnya mengatakan bahwa ia harus menikah dengan pria yang benar-benar ingin menikah dengannya, tetapi sebenarnya ayahnya itu sangat tidak sabar untuk sesegera mungkin memiliki cucu. Apalagi sebelumnya, ayah dan ibunya sangat khawatir bahwa putri mereka telah bergabung dengan Integrity Knights. Mungkin, jika bukan karena perang, setelah lulus dari Sword Mastery Academy Ronie akan menikah dengan anak dari bengsawan kelas kedua atau ketiga atau bahkan menantu bangsawan kelas bawah, mengikuti jejak nenek moyang keluarga Arabel.Apapun alasannya, yang jelas kedua orang tuanya ingin Ronie menikah dan segera memberikan keturunan.Sebisa mungkin ia ingin memenuhi permintaan itu jika ia bisa.Tetapi Ronie harus pergi meninggalkan kampung halamannya dan kembali ke Katedral. Dari lubuk hati yang paling dalam Ronie berkata."Maafkan aku ayah, ibu. Mungkin aku tidak akan pernah menikah dan memiliki anak seumur hidupku, karena perasaanku tidak akan pernah sampai ke orang itu".
Berchie si bayi terbangun dan menyela lamunan Ronie yang ternyata sedikit mengeluarkan air mata.Dengan cepat, ia mencoba menenangkan tangisan itu. Tetapi tidak ada tanda-tanda rengekan itu berhenti."Hey, anak pintar, anak pintar." Ucap Ronie menenangkan si bayi yang pada akhirnya tetap saja mukanya terlihat merah tanda ingin menangis.Tidak lupa juga dengan gerakkan andalan, yaitu mengangkat bayi itu tinggi-tinggi."Dia tidak akan puas dengan hal seperti itu." Kata Fanatio, ibu dari bayi itu sekaligus komandan dari para ksatria, yang terlihat tersenyum penuh kehangatan dengan rambutnya yang hitam lembut."Bentangkan layarnya!" Fanatio berseru sambil melempar Berchie ke udara, itu hanya lemparan kecil, tetapi tetap saja lemparan itu dilakukan oleh Integrity Knight terkuat.Hasilnya, bocah itu terangkat sangat tinggi sampai hampir menyentuh langit-langit Great Corridor of the Spiritual Light."Nah… Fuanah… ah, aboo…!"Ronie menghentikan suara anehnya saat bocah itu berhenti tepat sebelum menyentuh lukisan dewa di atas sana lalu mulai turun.Lalu, si bayi Berchie jatuh tepat di kedua tangan ibunya. Dia tertawa dengan suara yang lucu dan menggemaskan."Memang, masa depan adalah urusanku. Ronie, terima kasih telah menjaganya. Aku akan menyelesaikan sisanya sekarang."Fanatio tersenyum sambil melambaikan tangannya, lalu bergegas keluar. Pertemuannya sudah selesai, diikuti dengan Dusolbert dan kepala departemen lainya.Saat Ronie masih terpesona dengan keanggunan seorang ibu merawat anak, terdengar suara Kirito memotong dengan wajah setengah ketakutan."Jadi, itu caranya menggendong bayi." Asuna yang mengikutinya disamping, tentu saja dengan senyum lembutnya, dan berkata."Yah setidaknya bagus juga untuk mengenalkan ketinggian kepada calon ksatria yang nantinya akan mengendarai naga""Dengan bayi itu ditambah dengan Scheta, kelihatannya masa dengan jadi tidak terlalu me… ah maksudku menyenangkan." Balas Kirito sambil menggelengkan kepala dilanjut menaruh kedua tangannya di pinggang."Karena pekerjaan hari ini sudah selesai, aku harus melihat sedikit keadaan prototaip versi selanjutnya." Lanjut Kirito."Hah? Kamu sudah siap untuk yang berikutnya?" Tanya Asuna sedikit kaget."Yang satu ini cukup berbeda, ada kompresor asap di antara mesin termal dan pendorong, seperti turbo…" Jawab Kirito dengan penuh semangat."Hmmm, Kirito, menurutku kamu harus memperhatikan aspek keselamatan sebelum meningkatkan kekuatan!" Saran Asuna.Saat Kirito dan Asuna sedang melakukan percakapan di mana ada kata-kata yang tidak biasa, Ronie perlahan mengangkat tangannya. "Maaf, Kirito-senpai…""Yaaa?" Sahut Kirito."Hmm, saya punya sebuah pertanyaan…" Ronie memberanikan diri.Kirito yang terkejut mengedipkan mata hitamnya sejenak, tapi segera tersenyum lembut dan mengangguk."Oh, bagus. Kalau begitu, kenapa kita tidak minum teh sambil mengobrol. Bagaimana menurutmu Asuna?" Tanya Kirito.Pada arah garis pandangnya, Vice-Prime Swordsman meneluarkan suaranya.
.
"Aku ingin pergi denganmu, tapi setelah ini aku harus mengikuti kuliah sacred art di perpustakaan besar.""Ohh begitu. Penjaga Perpustakaan yang sekarang sangat menakutkan. Lebih baik kita hindari …" Rayu Kirito kepada Asuna."Hanya untuk siswa yang tidak serius seperti kamu contohnya." Tersenyum pada Kirito dan menepuk punggungnya, Asuna melangkah menjauh dan berbalik ke arah Ronie, lalu berkata."Nah, pada waktu minum teh, Ronie-san, tolong pastikan Kirito tidak makan terlalu banyak manisan""Mengerti!" Jawab Ronie kepada Asuna.Ronie menundukkan kepalanya dan melirik Kirito yang mengoceh sesuatu yang tidak jelas saat Asuna berjalan pergi meninggalkan bayangan indah. Kirito menunggu sampai punggungnya menghilang di pintu selatan yang besar dan berbalik."Kalau begitu. Ayo… sudah lama tidak ke sana, mau ke lantai 80? Dan Ronie, aku ingin kue Yukimomo ya." Pinta Kirito."Siap. Saya akan mengambil beberapa dari dapur." Ronie me-iyakan."Mungkin enak kalau makan dua potong … atau mungkin lebih baik tiga potong ya, Ya berapa pun deh, tolong ambilkan, saya akan segera naik."Tanpa memberi Ronie kesempatan untuk berbicara, Kirito menghilang di pintu utara menuju poros lift.Dan sudah dari sana, dia berteriak dengan suara keras kepada Ronie, yang membiarkan tangannya jatuh ke leher Tsukigake yang mendekatinya."…Akan lebih baik untuk mengambil semuanya."
Di dapur besar di lantai 10, Ronie menemukan kue bundar dengan banyak lapisan gula yang disebut Yukimomo, kue paling spesial, dan menaruhnya satu di keranjang dengan teko teh dan menuju ke lantai 80 Katedral.Dia naik menggunakan lift otomatis yang dengan cepat membawanya ke atas. Perangkat ini dulunya pernah dioperasikan oleh manusia, tetapi sekarang gadis ini telah dibebaskan dari pekerjaannya dan sekarang dia adalah pemilik skill sacred art udara yang luar biasa dan memegang posisi penting di gudang senjata.Lantai 80 Central Cathedral yang dikenal sebagai The Cloudtop Garden, adalah taman bunga yang berada di dalam ruangan. Di tengah-tengahnya terdapat padang rumput luas yang penuh dengan bunga-bunga yang tak terhitung banyaknya, di atas bukit ada sosok Prime Swordsman Human World dengan pakaian hitamnya.Kirito berdiri dengan tangan kanannya berada di pohon zaitun muda yang ditanam di tengah bukit, tapi dia tersenyum ketika Ronie mendekat, dan berkata."Oh, maaf jika aku merepotkanmu.""Tidak masalah, karena ini juga merupakan tanggung jawab seorang junior." Balas Ronie kepada seniornya itu.Membalas dengan senyuman, Ronie dengan cepat membentangkan karpet yang ia bawa. Selanjutnya ia mengeluarkan piring dari keranjang dan menyerahkan kue yang dipotong menjadi potongan besar kepada Kirito yang matanya bersinar seperti anak kecil. Dia mengambil sepotong untuk dirinya sendiri dan untuk Tsukigake, menuangkan teh ke dalam dua cangkir dan berkata "Ini dia"."Selamat makan!"Setelah berteriak, Kirito mulai memakan kuenya ke mulut seperti naga kecil yang ada di sampingnya dengan cara makan yang sama. Melihat ini, Ronie merasakan kehangatan dari dalam dadanya.Di saat seperti ini, ketika aku bisa bersama Kirito dengan perasaan nyaman ini, aku hanya berharap satu hal. Aku berharap aku bisa memberhentikan waktu dengan sacred art… lalu, aku akan membekukan momen ini untuk selamanya.Tapi tentu saja, tidak ada seni manipulasi waktu seperti itu. Seseorang tidak dapat kembali ke masa lalu, tidak dapat menghentikannya, dan hanya dapat terus mengalir menuju masa depan.Karena sifat waktu yang bergulir secara alami, dunia ini telah mengatasi krisis terbesar dan akhirnya memperoleh kedamaian yang sempurna. Suatu hari nanti Ronie akan secara resmi diangkat menjadi seorang Integrity Knight, dan akan tiba saatnya dia menunggangi Tsukigake yang tumbuh besar dan membubung tinggi ke angkasa. Tentu saja, dia sangat menantikan saat itu. Tapi saat ini, keinginan lain telah ia dapatkan."Hmmm… Ronie?" Suara Kirito memanggil di tengah lamunan Ronie.Ronie yang tiba-tiba mendengar suara Kirito, terkejut mengangkat wajahnya."Oh, maaf! Sepotong lagi?" Ronie menawarkan kue kepada Kirito."Yah, aku menginginkannya, tapi … ini tentang hal yang lain."Menyodorkan piring kosong sambil mengatakan itu, Kirito sedikit memiringkan kepalanya."Jadi, apa yang ingin kamau tanyakan kepada ku tadi?""Ah……"Akhirnya mengingat kata-katanya sendiri, Ronie buru-buru berbicara."Maaf! Yah… itu tentang naga besi yang dibuat oleh anda, uh,… apa namanya, Dragoncraft?"Kirito mengangguk sambil melahap dua potong kue yang diterima dari Ronie.Tanpa sadar, melemparkan pandangan ke kanan dan kiri, Ronie bertanya dengan suara rendah."Oh, entah bagaimana, saya pikir … saya agak khawatir …""Mungkinkah… anda berencana untuk …melompati "dinding ujung dunia" dengan Dragoncraft itu?Begitu Kirito mendengar pertanyaan Ronie, dia memukul udara dengan tangan kanannya sambil memukul dadanya dengan tangan kirinya. Ronie buru-buru memberikan cangkir teh, lalu Kirito meminumnya dan menghela napas panjang.Setelah itu, pemuda berambut hitam itu tersenyum, lalu berkata."…seperti yang aku harapkan dari seorang junior yang ku bimbing. Kemampuan untuk menyimpan rahasia.""Tentu, ya, aku bisa!" Ronie mengiyakan."Ya, baiklah, benar, aku mau itu." Jawab Kirito dengan padat dan jelas.Setelah mengangguk seolah tidak mengatakan sesuatu yang istimewa, Kirito duduk sambil mengusap dagunya. Ronie menatapnya sejenak, bingung.Tembok ujung dunia. Itu adalah nama umum untuk tebing dengan ketinggian tak terbatas yang mengelilingi Dunia Bawah yang terdiri dari Human World dan Wilayah Kegelapan.Itu terlalu jauh dari Centoria, jadi Ronie hanya pernah sekali melihatnya dengan matanya sendiri. Saat mengikuti Kirito, dia mengunjungi area Mountain Goblins di bagian utara Dark Territory, dia melihat pemandangan menakjubkan dari tebing besar yang berdiri dari balik cakrawala.Menurut cerita para goblin, dinding itu sepertinya terbuat dari mineral yang sangat keras, bukan tanah. Tidak mudah untuk membuka lubang kecil apalagi menggali gua ataupun tangga. Tampaknya setiap orang yang mencoba mendakinya akan berakhir dengan kematian.Kisah serupa juga terjadi di Giants dan Ogres, tembok itu akhirnya benar-benar tidak dapat diganggu gugat, seperti namanya, "dinding ujung dunia" adalah batas, yang harus dihormati oleh semua ras yang tinggal di Dark Territory.Meskipun sudah diduganya, Ronie masih sangat terkejut dengan jawaban dari Kirito, jadi dia mencoba untuk menggali lagi. Setelah meneguk teh, entah bagaimana dia berhasil merangkum kata-katanya."…Umm… Jadi, apakah anda sudah mencoba melintasi dinding dengan teknik terbangmu sendiri?""Ya" Jawab Kirito sambil mengangguk.Namun, setelah mengangguk, Kirito segera menggelengkan kepalanya."Aku sudah mencobanya dan aku sekarang menyerah, baik dengan sacred art udara maupun dengan inkarnasi yang aku ciptakan, itu masih tidak cukup, sepertinya gravitasi meningkat tanpa batas saat mendekati ketinggian di atas level tertentu …"Bersandar pada batang zaitun, Kirito terus mengucapkan kata-kata seolah menjelaskan pada dirinya sendiri."… Namun, ketika aku melemparkan pisau lurus ke batas atas, pisau itu terbang ke ketinggian yang cukup tinggi, jadi sepertinya gaya tolakannya tidak berlaku pada semua objek, mungkin hanya yang diklasifikasikan sebagai tipe manusia, dan aku mencoba untuk memanipulasi itu, tapi aku tidak bisa mengubah ID unitku bahkan ketika aku mengembangkan sayap… Secara keseluruhan, kupikir pilihan terakhir adalah menyegel seluruhnya menjadi satu bagian yang bisa dipindahkan. Lalu kita hanya perlu bertaruh pada kemungkinan bahwa sistem mengenalinya itu sebagai objek yang sama sekali tidak hidup …" Lanjut Kirito menjelaskan.Sulit untuk mengikuti ceritanya, Ronie mengangkat tangannya, dan bertanya."Itu artinya, meskipun manusia berdaging dan berdarah tidak bisa melewati tembok, mungkin saja bisa melebihi tingginya jika mengendarai Dragoncraft, begitukan?""Hmm……?"Kirito akhirnya mengangkat wajahnya ke arah Ronie dan setelah berkedip beberapa kali mulai mengangguk."Oh, tentu. Ya, ya, itu benar. Sebenarnya, aku sudah mencoba sesuatu seperti kulit atau pesawat kertas yang digerakkan oleh sacred art atau inkarnasi… untuk membawaku seolah seperti seekor naga. Tapi itu sia-sia… Sepertinya uji coba itu harus memiliki bobot yang sama seperti aku sendiri. Jika seperti itu maka perlu kekuatan seperti naga, masalahnya itu benda hidup. Namun, itu adalah lingkaran setan karena ketika harus menahan panas yang tinggi dari elemen termal, jelas itu pasti harus menggunakan logam, tetapi jika memakai logam, berat total yang dibawa juga cukup besar dan yang pasti membutuhkan daya dorong yang kuat untuk lepas landas, pada akhirnya itu juga meningkatkan jumlah elemen termal yang diperlukan … "Setelah berpikir sedikit ke arah yang sama dengan Kirito, Ronie tiba-tiba melihat ke arahnya."Hmm … itu hal yang sulit …""Tidak, bukan cuma itu! Yang ingin aku tanyakan …" Ronie memotong pikiranya senidiri."Dan apa itu?" Balas Kirito."Mengapa kamu ingin melewati dinding ujung! Karena saya sudah lama berada di sisi anda, saya tahu perasaan anda yang ingin disingkirkan jika ada tembok… tapi saya pikir saat ini ada berbagai … hal yang lebih penting"Meskipun dia merasa perlu untuk mengatakan itu dengan penuh semangat, dia menyadari bahwa itu lebih seperti sebuah ceramah.Kirito menepuk bahu Ronie dengan ringan."Terima kasih, Ronie. Kamu selalu khawatir. Tetapi aku yakin aku tidak salah berpikir."Ronie tertawa tapi jantungnya tiba-tiba seperti mau copot karena Kirito meletakkan tangannya di belakang kepala Ronie, sulit untuk menyembunyikan perasaan itu agar tidak terlihat."…tapi, kupikir melintasi tembok itu adalah tugas prioritas utama di Underworld sekarang." Ucap Kirito."Hah… apa maksudnya?" Tanya Ronie kebingungan."…Jangan beritahu siapapun, bahkan Tiese ataupun Fanatio." Bisik Kirito.Tiba-tiba setelah mendengar hal seperti itu, Ronie membuka matanya lebar-lebar tetapi entah bagaimana tetap tenang.Tapi yang benar-benar menakjubkan adalah kata-kata Kirito yang mengikutinya."Masalahnya, perang akan dimulai sekali lagi.""…! Tidak, tidak mungkin … Bukannya era kedamaian sudah datang?" Ronie mencoba menenangkan diri.Menarik napas dalam-dalam, Kirito menggelengkan kepalanya dengan wajah yang sulit."Maaf, tapi mungkin ini tidak akan bertahan lama… The Great Eastern Gate runtuh, proyek pertukaran dua dunia dimulai, dan banyak turis datang dari Dark Territory. Saat ini, mereka sedang menikmatinya, pemandangan dan makanan yang dijanjikan. Tapi, semua orang pada akhirnya akan menyadarinya. Bahwa dua dunia memiliki sebuah perbedaan.""Sebuah perbedaan…?""Tanah Human World sangatlah subur dan Dark Territory sangatlah tandus. Kamu melihatnya sendiri buka, langit merah dan tanah hitam gelam… Satu-satunya tempat di mana mereka dapat merasakan kemakmuran adalah di sekitar ibu kota Obsidia, tetapi manusia telah mengambil alih. Saat ini, Goblins, Orcs, dan Giants sebagian besar sudah tenang kembali, tetapi ketidakpuasan masih tetap ada dan itu terus menumpuk. Aku dan Asuna bekerja keras untuk memungkinkan membangun wilayah demi-human di sana, tapi itu sulit sekali. Sumber daya itu… Pasokan sacred power sangat kecil disana."Ronie mendengarkan kata-kata Kirito tanpa suara.Memang, pemandangan Dark Territory yang sunyi membara di benaknya. Tapi sampai sekarang, dia tidak pernah berfikir dari sudut pandang seperti itu. Tidak ada satu ide pun tentang bagaimana solusinya."… Saya…"Mata hitam Kirito menatap Ronie yang bergumam, lalu ia tersenyum lembut."Maaf, aku tidak menyalahkanmu. Tidak ada pilihan, Underworld didesain dari awal seperti itu. Satu-satunya tujuan adalah perang antara Dark Territory yang miskin dan Human World yang kaya. Dan perang nyatanya sudah, dengan begitu banyak pengorbanan, dan kami nyaris menghindari akhir yang paling buruk. Aku tidak akan pernah membiarkan hal yang sama terjadi lagi, demi nyawa yang hilang dalam pertempuran itu.""Tapi, kalau begitu, apa yang harus kita lakukan…?" Ronie bertanya lagi."Hanya ada satu jawaban. Untuk demi-human, seharusnya tidak tinggal di perbatasan terpencil Dark Territory, mereka membutuhkan negara yang bisa mereka banggakan. Bukan tanah demi-human. Tapi sebuah negara yang nyata.""negara … yang nyata" Ronie terbata-bata.Ronie sebelumnya mencoba untuk mengikuti cerita Kirito sebanyak yang dia bisa, tapi dia merasa dia bisa dengan cepat memahami arti yang jelas dari kata-kata itu.Hanya wilayah kelompok goblin gunung yang dilihat Ronie dengan matanya sendiri. Mereka tinggal di daerah perbukitan yang membentang dari The Great Eastern Gate ke timur laut. Gandum tidak tumbuh di sana, ikan tidak hidup di air, itu benar-benar kacau.Selain itu, baik kepala suku Hagashi dan anak sulungnya, Kosogi, turun satu demi satu, dan ketika seorang kepala suku baru dipilih, rekonstruksi desa tidak berjalan dengan baik. Pada hari-hari sebelumnya ketika Dark Territory hanya mengikuti Law of the Strongest—yang lemah mengikuti yang kuat—itu akan dihancurkan oleh Giants atau Orcs, mungkin juga Goblins.Ronie yang pernah mengunjungi tanah itu bersama Kirito kehilangan kata-katanya saat melihat goblin sakit yang tertinggal di ranjang jerami yang malang dan menangisi anak-anaknya yang kelaparan dan lemah. Bahkan jika ada pasokan darurat dalam jumlah besar yang dibawa dari Human World, itu tidak akan menjadi penyelesaian masalah. Di tanah itu orang tidak bisa mendukung populasi goblin yang produktif sejak awal.Tapi Ronie tidak pernah mencoba memikirkan "masa depan" mereka sampai sekarang. Tidak, dia mencoba melupakan mereka. Sosok anak-anak goblin yang berdesak-desakan dan saling pukul satu sama lain seperti orang gila mencoba mengambil roti panggang yang tidak begitu enak dari tangannya sendiri."Sejak itu, barang harus terus dikirim dari Human World. Mungkin sesekali aku berkata pada diriku sendiri bahwa ada sesuatu yang salah, tetapi melihat ke belakang sekarang aku melihat bahwa di Human World yang kaya, meskipun aku adalah bangsawan kelas bawah, aku hidup seperti bangsawan tanpa ketidaknyamanan." Ronie berkata di dalam hati.Tapi sekarang ia mendengar kata negara nyata dari mulut Kirito, Ronie dipaksa untuk mengerti. Hutan belantara itu bahkan tidak bisa disebut wilayah, terutama negara. Itu adalah tempat pengasingan. Bahkan lebih pantas disebut sebagai penjara."… aku … aku…"Ronie, sangat tertekan, menjatuhkan garpu ke piring kue dan bergumam dengan suara kabur.Bangsawan memiliki kewajiban serius di luar hak istimewa yang diberikan. Tugas itu adalah untuk memperjuangkan mereka yang tidak memiliki kekuatan setiap saat, dalam kata lain adalah Noble Obligation.Dua tahun yang lalu, Kirito yang duduk di depannya dan, Ronie yang pada waktu itu adalah siswa tahun pertama yang belum tahu apa-apa."Meski begitu, aku sudah melupakannya… tidak, ini lebih buruk. Sebenarnya, saya tidak menganggap Goblins sama. Meskipun saya berpikir bahwa keadaan mereka menyedihkan, di suatu tempat di hati saya, bahkan jika memang demikian, saya tidak berpikir untuk membantunya…" gumam Ronie di dalam hati.Pertama penglihatannya kabur dan kemudian air mata jatuh ke piring putih. Tsukigake berbalik ke arahnya dan mendengkur "kurururu" bertanya tapi kemudian sebuah tangan terulur dari depan dan menyisir kepala Ronie."Maafkan aku, Ronie. Aku menceritakan kisah ini padamu meskipun aku tahu kamu mungkin belum siap menerimanya."Alih-alih suaranya yang biasanya lembut, Kirito berbisik."… Namun, kamu tidak perlu terlalu menyalahkan dirimu sendiri, karena bisa mengirim pasokan bantuan dari Human World ke Dark Territory hanya mungkin bisa dilakukan setelah kita berhenti berharap pada kaisar dan bangsawan besar, kondisi itu cepat pulih setelah perang. Tak satu pun dari itu bisa terwujud tanpa kerja keras Ronie, jadi Ronie kamu melakukan yang terbaik untuk mereka dengan benar.""Apakah begitu?" Ronie tampak tak yakin."Ya, benar. Aku pergi ke negara goblin gunung sejak saat itu, dan anak-anak masih ingat dengan sempurna bagaimana Kamu memberi mereka roti."Sekali lagi, air mata memenuhi matanya dan mengalir di pipinya, tapi kali ini air mata itu memiliki arti yang sedikit berbeda. Kirito mengusapnya dengan sapu tangan kecil.Ronie mati-matian menahan perasaan aneh di dadanya, menyembunyikan wajahnya dan menangis. Dengan sedikit paksaan untuk menghentikan air matanya, dia mengangkat wajahnya, tersenyum sedikit lalu berkata."… Terima kasih,.. Tidak apa-apa sekarang. Maaf, menangis seperti ini di tengah pembicaraan.""Aku tahu Ronie cengeng sejak kamu menjadi junior tahun pertama."Melihat Kirito yang tertawa dan tersenyum, Ronie menajamkan bibirnya menahan rasa sakit di bagian belakang dadanya lagi.Dia selesai dengan teh dan setelah mengedipkan mata, air mata terakhir membuka mulutnya."…Yah, saya mengerti apa yang anda pikirkan. Goblins dan Orcs membutuhkan negara yang kaya dan indah seperti halnya Human World. Tidak ada lagi tempat seperti itu yang tersisa di Underworld, kita hanya dapat menemukannya di sisi lain dunia. "dinding ujung dunia". Untuk alasan itu, kita harus melewati dinding dengan Dragoncraft itu. Begitulah adanya." Ucap Ronie dengan penuh keyakinan."Itu benar. … Ini akan sulit bahkan setelah melintasi dinding …"Kirito mengangguk dalam, dan membenarkan."…Tapi, apakah benar ada sisi lain dari tembok itu? Apakah tembok itu tidak berujung, dan jika bukan kemana arahnya…?" Ronie membuka pertanyaan kembali."Aku juga memikirkan hal itu… Tapi jika tembok itu benar-benar berakhir di dunia ini, rasanya itu bahkan bukan tembok. Ini lebih seperti alamat yang tidak bisa diakses… kehampaan." Jelas Kirito."Kehampaan … Apakah itu seperti kekosongan yang tidak bisa dilihat atau gunakan?" Ucap Ronie masih kebingungan."Benar. Tapi sebenarnya, dinding ujung dunia adalah tebing yang nyata. Sangat tinggi dan sangat keras. Alasan untuk ini mungkin untuk menjaga penghuni dunia agar tidak mengamati kebenaran yang tidak seharusnya… Akhir yang sebenarnya dari dunia. Jika demikian, ada kemungkinan bahwa itu berhenti menjadi tak berujung ketika mencapai sana. Semuanya tergantung pada seberapa banyak ruang dan kapasitas cadangan yang dimiliki visualizer utama…" Jawab Kirito dengan kata-kata yang sedikit membingungkan.Melihat Kirito menjelaskan dengan kata-kata yang dia tidak bisa ia mengerti, Ronie mengangkat alisnya, dan Kirito mengangkat kepalanya."Ya ampun, maaf Ronie, aku hanya melantur. Jadi, yaaa… Pada dasarnya, tidak ada akhir di dunia ini." Lanjut Kirito.Tidak ada akhir juga merupakan konsep aneh bagi Ronie yang di tandai dengan berkata "Tidak ada akhir …?"Bagi Ronie, yang lahir dan besar di North Centoria, tembok besar yang membagi kota menjadi beberapa sektor yang dikenal dengan tembok abadi adalah awalnya. Akhirnya dia mengetahui bahwa kerajaan Norlangarth yang luas menyebar darinya dan juga mengetahui bahwa itu membentuk Human World yang melingkar bersama dengan tiga kerajaan lainnya.Dia diajari tentang pegunungan tak berujung yang mengelilingi Human World dan wilayah mengerikan yang tersebar jauh melampaui itu sejak dia memasuki sekolah masa kecilnya pada usia delapan tahun.Namun, bahkan para guru tidak membicarakan hal spesifik dari Dark Territory — kalau dipikir-pikir, aneh juga jika para guru membicarakannya, dan bahwa ada tebing tak berujung yang disebut dinding ujung dunia, dia hanya belajar setelah menjadi sukarelawan pasukan pertahanan Human World bersama dengan Tiese dan tiba di kamp melalui The Great Eastern Gate.Dengan kata lain, tembok konstan selalu ada di dunia yang Ronie kenal. Bahkan jika seseorang melewati batas, tembok berikutnya selalu muncul. Dengan cara ini, dia percaya, seseorang suatu hari nanti akan tiba di ujung dunia yang sempurna yang tidak akan pernah bisa mereka atasi."… Yah, itu seperti… … Maksudmu, di sisi lain dinding ujung, itu seperti Human World dan Wilayah Kegelapan lagi?… … Padang rumput, hutan dan hutan belantara tersebar jauh dan luas?"Saat Ronie menanyakan itu dengan nada canggung, Kirito mengerang "ugh…"."Bagaimana saya bisa menjelaskan …? Ah, benar, datang ke sana."Bangkit, dia mengulurkan tangan. Karena malu, dia mengambil tangan itu, dan Kirito menarik Ronie ke atas dan membawanya ke jendela sempit yang terbuka di pinggiran luar Cloudtop Garden."Ini, lihat itu."Titik di mana lengan kanannya menunjuk adalah setengah lingkaran putih yang mengambang di langit timur biru tua, itu Lunaria. Baik Ronie dan Tsukigake seperti yang diperintahkan, menatap bintang besar yang menjadi sumber nama naga muda itu.Kemudian Kirito mengatakan sesuatu yang jelas."Itu bulat, bukan?""… Ya, itu bulat."Ronie menjawab sambil mengangguk berpikir bahwa dia bermaksud menjawab sesuatu."Lunaria itu bukan piringan datar tapi bulatan, jadi hanya bagian di mana sinar matahari mengenainya terlihat lebih terang… Ini juga diajarkan di sekolah di Centoria?"Kirito pasti terlihat percaya diri, dengan senyum goyang."Tentu saja, tentu saja, mereka memberitahumu di sekolah dasar, … bola itu adalah takhta Dewi Lunaria … mengambang di kerajaan dewa di luar langit …" Ronie menjelaskan dengan cepat."Oh, oh, um… …sebenarnya, kurasa dunia ini, termasuk Human World dan Dark Territory, seharusnya memiliki bentuk bola yang sama.""Em… Apa!? Sebuah bola!?"Ronie yang mendengar perkataan Kirito tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak. Tiba-tiba, dia merasa enggan ditakuti dan tanpa sadar menginjak kedua kakinya. Di sebelahnya Tsukigake mendengus "fururu" seolah menertawakan Kirito yang bodoh.Kirito kemudian menghabiskan lima menit dan mengajarinya tentang struktur bola global, seperti yang dia beri nama. Tentu saja, itu tidak mudah untuk diterima, tetapi ada sesuatu yang bisa membantu.Morning Star Lookout di lantai 95 Central Cathedral terbuka untuk semua langit di sekitarnya. Berdiri di lantai itu, melihat ke tanah, terlihat bahwa cakrawala jauh menarik busur ke atas."Jika dunia benar-benar bulat, aku akan menerimanya, tetapi ketika aku mencoba untuk memikirkannya, aku mulai menyadari banyak hal", pikir Ronie yang memperhatikan Lunaria mengambang di langit.Tanpa diduga, kata-kata yang tidak pernah Ronie pikirkan keluar dari bibirnya."Jika dunia ini, seperti Lunaria juga berbentuk bola … di Lunaria, apakah ada padang rumput, hutan, dan jalan, apakah orang tinggal di sana?"Sepertinya itu adalah pertanyaan yang tak terduga untuk Kirito, dan seorang pendekar pedang dengan rambut hitam panjang mengedipkan mata beberapa kali, tapi tak lama kemudian matanya kembali tenang."…Mungkin… Tergantung jarak ke bulan, mungkin bukan satelit kecil, mungkin planet dengan ukuran yang sama… Yah, suatu saat aku akan memahaminya."Di luar dugaan, Ronie tidak terlalu terkejut mendengar kata-kata luar biasa yang diucapkan Kirito begitu saja.Sebaliknya, dia memiliki firasat bahwa orang ini secara alami akan mengatakannya.Jadi Ronie tersenyum, mendekat ke Kirito hanya satu cen dan berbisik."Saat itu, saya akan menemani anda juga, sebagai junior yang selalu ada untuk seniornya.""Kamu tidak akan melakukannya kecuali kita membuat Dragoncraft yang cukup besar"Dan kemudian dua manusia dan satu naga untuk beberapa waktu menatap setengah lingkaran jauh di langit.
Komentar (0)
Memuat komentar...