Sword Art Online 019: Moon Cradle I
Intro
Estimasi waktu baca: 2 menitSuara ketukan langkah dua sosok bergema di sepanjang koridor yang terbentuk dari deretan pilar putih yang menjulang.Berlari di depan adalah seorang gadis yang mengenakan armor ringan berwarna abu-abu serta membawa pedang panjang yang ramping, dengan helaian rambut cokelat gelap yang tergerai. Tepat di belakangnya, seekor naga muda yang diselimuti bulu wol berwarna kuning pucat dengan seluruh tubuh yang empuk mengejar sambil mengibaskan ekor panjang. Kepala naga itu, yang belum sepenuhnya menumbuhkan tanduk, sedikit lebih tinggi daripada pinggang sang gadis.Nama gadis itu adalah Ronie Arabel. Nama naga muda tersebut adalah Tsukigake.Dari pemandangan indah yang menerbitkan senyum bagaikan di dalam negeri dongeng, sulit untuk membayangkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, gadis dan naga muda itu akan tumbuh menjadi Integrity Knight dengan kekuatan bertempur terbesar di Underworld.Namun faktanya, bahkan saat ini, tidak akan ada seratus orang pun di seluruh dunia yang mampu melampaui Ronie dalam penguasaan sword skill. Sang gadis selalu bertempur di garis depan dalam "perang dunia asing" yang mengerikan itu, disusul oleh Rebellion of Four Empires, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, ia ditunjuk menjadi seorang apprentice Integrity Knight melalui kancah peperangan sungguhan.Namun —.Sword skill sang gadis yang telah diasah dan sebentar lagi akan mekar dengan sempurna, kemungkinan besar takkan pernah lagi mendapat kesempatan untuk dibutuhkan di medan pertempuran.Sebab Underworld akhirnya meraih kedamaian seutuhnya di pengujung perselisihan selama tiga ratus tahun.Enam faksi: Human World, Dark Territory, Goblins, Orcs, Ogres, dan Giants telah meneken perjanjian damai permanen. Hak istimewa dari keempat kaisar serta kaum bangsawan human world yang menindas rakyat lainnya turut pula dihapuskan. Gerobak-gerobak pedagang meluncur berganti-ganti melewati Great Eastern Gate yang terbuka, dan para pengunjung dari Dark Territory dapat terlihat di ibu kota Centoria. Rasa takut dan permusuhan yang dahulu memisahkan kedua dunia kini meleleh tanpa jejak, laksana salju di bawah terik matahari.Sang gadis dengan pedang yang berayun di pinggangnya bersama naga muda itu terus berlari di bawah limpahan cahaya matahari lembut yang memantulkan pola garis diagonal terhalang pilar-pilar.Suara ketukan dan derap langkah keduanya yang kian menjauh perlahan-lahan menjadi samar, hingga akhirnya lenyap sama sekali.Seekor kupu-kupu besar muncul entah dari mana, menari-nari anggun di dalam koridor demi menikmati keheningan yang kini kembali meraja.
Komentar (0)
Memuat komentar...