Sword Art Online 017: Alicization Awakening

Sinopsis

Sudah dibaca 55 kali

Kedatangan Asuna sebagai Dewi Pencipta Stacia membawa harapan baru bagi Pasukan Penjaga Manusia. Dengan kekuatan manipulasi topografi yang dahsyat, ia berhasil memukul mundur pasukan musuh untuk sementara. Namun, momen reuni yang mengharukan antara Asuna dan Kirito yang sedang koma tidak berlangsung lama.
Menyadari bahwa ia tidak bisa menang melawan "Cheat" akun GM Asuna secara langsung, Gabriel Miller (Kaisar Vecta) melancarkan strategi kotor tahap kedua. Melalui manipulasi informasi di dunia nyata, timnya memprovokasi puluhan ribu pemain dari Tiongkok dan Korea untuk log in massal. Mereka ditipu dengan narasi bahwa "Hacker Jepang sedang menyerang server", memicu gelombang serangan nasionalisme yang tak terbendung.
Pasukan Manusia kembali terpojok. Jumlah musuh kini mencapai ratusan ribu. Asuna, yang mulai kehabisan tenaga mental akibat penggunaan kekuatan Stacia yang berlebihan, berada di ambang batasnya. Di tengah kekacauan itu, Vecta berhasil menculik Alice dan membawanya terbang menuju Altar Akhir Dunia.

Situasi tampak tanpa harapan, hingga dua cahaya lain menembus langit merah Underworld. Sinon turun sebagai Dewi Matahari Solus, membawa busur api yang memusnahkan ribuan musuh dalam sekejap. Disusul oleh Leafa sebagai Dewi Bumi Terraria, yang mendarat dengan kekuatan regenerasi tanpa batas untuk menahan gempuran fisik pasukan musuh.
Sementara para dewi bertarung di garis depan, Ksatria Komandan Bercouli Synthesis One melakukan pengejaran bunuh diri seorang diri. Ia menantang Dewa Kegelapan Vecta dalam duel satu lawan satu demi menyelamatkan Alice—sebuah pertarungan terakhir sang pahlawan tua yang akan menggetarkan seluruh Underworld. Di tenda medis, di dalam mimpi buruknya, kesadaran Kirito mulai merespons panggilan teman-temannya yang sedang berjuang mati-matian.
Kenapa Harus Baca?
"Volume 17 ini sangat padat aksi dan emosi. Kita akhirnya melihat 'Trio Dewi' (Stacia, Solus, Terraria) beraksi bersama. Namun, bintang utama volume ini sebenarnya adalah Bercouli. Pertarungan terakhirnya melawan Vecta dinobatkan sebagai salah satu duel paling jantan dan epik dalam sejarah novel SAO. Di sisi lain, isu konflik antar-negara (Jepang vs KR/CN) yang diangkat penulis memberikan nuansa realisme yang mengerikan tentang betapa mudahnya informasi dimanipulasi di internet."

Disclaimer: Kami tidak berafiliasi dengan Reki Kawahara, ASCII Media Works, atau pemegang lisensi resmi lainnya. Ini adalah proyek penggemar. Dukung penulis dengan membeli karya aslinya.