Sword Art Online 018: Alicization Lasting
Sinopsis
Sudah dibaca 59 kaliPertempuran di Underworld telah mencapai titik nadir. Gabriel Miller (Subtilizer) yang kini tak terkalahkan mengejar Alice menuju Altar Akhir Dunia. Sementara di medan perang utama, Vassago Casals (PoH)—pemimpin Laughing Coffin—bangkit kembali dengan kekuatan kebencian yang mengerikan, menghasut puluhan ribu pemain asing untuk membantai sisa-sisa pasukan manusia dan teman-teman Kirito yang sudah kehabisan tenaga. Asuna, Sinon, dan Leafa telah jatuh, terluka parah demi melindungi "cangkang" kosong Kirito.Di dalam kehampaan jiwanya, Kirito masih tersesat dalam rasa bersalah atas kematian Eugeo. Namun, sebuah suara yang sangat dirindukan memanggilnya dari kegelapan. "Berdirilah, Kirito. Pahlawanku." Didorong oleh serpihan memori Eugeo dan doa dari seluruh orang yang mencintainya, Kirito akhirnya membuka matanya.Sang Pendekar Pedang Hitam telah kembali. Dengan kekuatan Incarnation yang melampaui sistem, ia membekukan ribuan musuh dalam sekejap dengan Enhance Armament pedang Mawar Biru milik sahabatnya. Kini, ia harus menyelesaikan dua tugas terakhir: Mengadili PoH dengan tangan besinya sendiri, dan terbang menyusul Gabriel Miller untuk pertempuran terakhir demi masa depan dua dunia.Namun, waktu di dunia nyata telah habis. Fase "Maximum Acceleration" segera dimulai. Waktu di dalam Underworld akan dipercepat 5 juta kali lipat. Siapapun yang tertinggal di dalam tidak akan bisa log out selama 200 tahun (waktu subjektif). Kirito tahu ia tidak akan sempat keluar. Ia bersiap untuk menghabiskan keabadian dalam kesendirian.Tapi, ia tidak sendiri. Seseorang memilih untuk melepaskan kesempatan pulang demi tetap bersamanya. Asuna. Raja dan Ratu Underworld pun memulai pemerintahan panjang mereka, sementara Alice dikirim kembali ke dunia nyata sebagai Artificial Intelligence otonom pertama dalam sejarah manusia.Kenapa Harus Baca?"Volume 18 memberikan kepuasan (catharsis) yang luar biasa. Momen kebangkitan Kirito adalah salah satu adegan paling ikonik di seluruh seri. Pertarungan terakhir melawan Gabriel Miller—yang digambarkan sebagai entitas 'kosong' vs Kirito yang membawa 'harapan'—sangatlah filosofis dan epik. Dan tentu saja, ending yang manis-pahit (bittersweet) di mana Kirito dan Asuna menghabiskan hidup bersama selama 200 tahun mempertegas bahwa cinta mereka tak terpisahkan oleh waktu maupun dimensi."
Disclaimer: Kami tidak berafiliasi dengan Reki Kawahara, ASCII Media Works, atau pemegang lisensi resmi lainnya. Ini adalah proyek penggemar. Dukung penulis dengan membeli karya aslinya.